MAYAT TERBAKAR DI SERPANG, DIBUNUH TEMANNYA – Poskota.co

MAYAT TERBAKAR DI SERPANG, DIBUNUH TEMANNYA

Pembakar temannya
Pembakar temannya

POSKOTA.CO – Pembunuh pria yang ditemukan tewas terbakar di Kampung Ciater 2, RT 2/8, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan berhasil diungkap. Pelakunya berjumlah dua orang. “Motif pembunuhan terhadap Andi Syahputra soal piutang,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti, Rabu (27/7).

Dua pelaku yang ditangkap yakni Pram Utama alias Bram,32, dan seorang remaja berusia 14 tahun berinisial T yang ikut membantu mengeksekusi korban. Motifnya masalah utang piutang.

Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan Andi Syahputra ini bukan hanya soal utang. Tapi akibat utang yang dibungakan. “Pelaku utama Pram, tersangka T hanya bmembantu,” tambah Krisna.

Menurut Pram, hutang piutang itu sudah terjadi sejak mereka berdua sama-sama di kampung. Saat itu Pram meminjam uang Rp 3 Juta dari korban. Lalu pergi ke Jakarta. Tapi baru meminjam beberapa hari, korban sudah mulai menagih. Bahkan ada hitung-hitungan bunga.

“Makanya saya kesal. Dia itu suka pinjam uang ke saya, dan tak pernah saya berikan bunga juga,” kata Pram ke polisi.

Pram yang murka kemudian mengundang Andi datang ke kontrakannya di Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Senin (25/7/2016).

Pram membunuh Andi bersama seorang rekannya yang masih dibawah umur di kontrakan itu. Setelah itu barulah mayat Andi dibuang ke Kebon Kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)