MARAK AKSI BEGAL, KAPOLDA JATENG INSTRUKSIKAN TEMBAK DI TEMPAT PELAKU – Poskota.co
Saturday, September 23

MARAK AKSI BEGAL, KAPOLDA JATENG INSTRUKSIKAN TEMBAK DI TEMPAT PELAKU

POSKOTA.CO – Tingginya kasus pembegalan yang mengganggu kenyamanan dan keamaman warga Kota Semarang, membuat Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menginstruksikan anggotanya melakukan tembak di tempat bagi pelaku kriminalitas yang meresahkan di wilayahnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono

“Masyarakat harus diberi rasa aman dalam melaksanakan aktivitas di malam hari, itu tugas kami. Kalau ada ancaman kejahatan, saya instruksikan tembak di tempat,” kata Irjen Condro Kirono, Selasa (27/9).

“Selain memberi rasa nyaman kepada masyarakat, upaya tersebut juga sekaligus untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kriminal,” lanjut mantan Kakorlantas Polri.

Sementara itu, instruksi serupa juga disampaikan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin.

Menurut Burhanudin, prosedur standar operasional petugas dalam menjaga keamanan sudah jelas.

“Bilamana pelaku tindak kriminal ini melawan, maka petugas tidak segan-segan melumpuhkannya,” kata Burhanudin.

Dalam beberapa hari terakhir, aksi begal di Kota Semarang kembali marak. Para pelaku tidak peduli lagi dengan lokasi tempat mereka melancarkan aksi kejahatannya.

Salah satu aksi kejahatan terjadi di dekat Markas Polda Jawa Tengah, komplotan begal tersebut ditembak petugas jaga markas kepolisian itu, di malam yang sama dengan pembegalan di Krasak, Minggu (25/9).

Selain itu, pembegalan juga terjadi di Jalan Dr Cipto, tak jauh dari rumah dinas Kapolrestabes Semarang. Lalu aksi pembegalan juga terjadi di Kampung Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang. Dua aksi pembegalan itu dilakukan oleh komplotan yang sama, dan dilaporkan dua pelaku tewas masuk jurang setelah berusaha kabur dari kejaran warga. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.