MABUK TRAMADOL, SEORANG PEMUDA DICIDUK UNIT RESKRIM POLSEK TAMBORA – Poskota.co

MABUK TRAMADOL, SEORANG PEMUDA DICIDUK UNIT RESKRIM POLSEK TAMBORA

Seorang pemuda berinisail S (17) diamankan petugas Unit Reskrim Poslek Tambora, dan karyawan Kedai Ayan Keprabon berinisial Y saat membuat surat penuntutan kepada S karena belum ditemukan bukti kejahatannyadi Mapolsek Tambora, Jakbar.
Seorang pemuda berinisail S (17) diamankan petugas Unit Reskrim Poslek Tambora, dan karyawan Kedai Ayam Keprabon berinisial Y saat membuat surat pernyataan tidak melakukan penuntutan kepada S karena belum ditemukan bukti kejahatannya di Mapolsek Tambora, Jakbar.

POSKOTA.CO – Seorang pemuda berinisial S (17) yang tengah keadaan mabuk berat akibat mengonsumsi obat penenang jenis tramadol diamankan warga di pos RW 09 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, karena dicurigai akan melakukan pencurian di Kedai ‘Ayam Keprabon’ di Jl KH Muhammad Mansyur, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (23/4), pukul 23.30 WIB.

Kejadian berawal pada Minggu (23/4), ketika Kedai Ayam Keprabon itu tengah ramai dikunjungi pembeli, seorang karyawan kedai berinisial Y sedang bekerja, terusik oleh kehadiran seorang pemuda yang berdiri di parkiran tengah memegang-megang stang motor miliknya.

Khawatir sepeda motornya hilang dicuri, lalu laki-laki tersebut ditegurnya. Namun ketika ditegur oleh Y, pemuda tanggung yang diketahui tinggal di Villa Gading Harapan, Babelan, Bekasi, Jawa Barat itu malah meracau tak karuan.

Untuk menghindari amuk massa, kemudian pemuda berperawakan kurus itu dibawa ke pos RW 09 Tanah Sereal, Tambora untuk dimintai keterangan.

Kemudian pada Senin (24/4), sekitar pukul 03.00 WIB, mobil patroli datang menjemput, selanjutnya pemuda tersebut dibawa anggota Unit Reskrim ke kantor Mapolsek Tambora, Jakarta Barat.

Setelah dilakukan investigasi terhadap penangkapnya yaitu karyawan yang juga warga setempat berinisial Y, kemudian membuat surat pernyataan tidak melakukan penuntutan atau membuat laporan polisi, karena belum ditemukannya bukti kejahatan yang dapat disita dari pemuda mabuk tersebut. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.