KURUN WAKTU TIGA BULAN, POLDA YOGYAKARTA UNGKAP 102 KASUS NARKOBA – Poskota.co
Saturday, September 23

KURUN WAKTU TIGA BULAN, POLDA YOGYAKARTA UNGKAP 102 KASUS NARKOBA

POSKOTA.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Istimewa Yogyakarta beserta jajarannya berhasil mengungkap 102 kasus penyalahgunaan narkoba dalam kurun waktu tiga bulan terakhir atau sejak Juni hingga Agustus 2016.

“Dari 102 kasus narkoba tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 111 orang dengan rincian 98 laki-laki dan 13 perempuan,” kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto saat jumpa pers di Mapolda DIY, seperti dikutip Antara, Selasa (6/9).

AKBP Baron menjelaskan, pelaku atau tersangkanya berstatus mulai dari mahasiswa enam orang, pelajar tiga orang, swasta 46 orang dan ibu rumah tangga satu orang. Selain itu juga ada oknum polisi satu orang dan PNS satu orang yang diproses karena kasus penyalahgunaan narkoba. “Dari hasil assesement dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, 59 orang di antaranya merupakan pemakai dan 52 pengedar,” jelas Baron.

Untuk mengungkap kasus peredaran narkoba, menurut Baron, hingga saat ini Polda DIY bersama BNNP DIY terus menggencarkan operasi terbuka maupun tertutup di lingkungan hiburan malam hingga rumah indekos.

“Di lingkungan indekos masih terus kami gencarkan operasi karena setiap tahun selalu ada pelaku penyalahguna narkoba dari kalangan mahasiswa,” ujar Baron.

Untuk barang bukti yang telah diamankan dalam pengungkapan tersebut oleh pihak Polda DIY dan jajarannya yakni, narkoba dalam bentuk organik berupa ganja seberat 263,8 gram, kemudian narkoba dalam bentuk sintetis berupa sabu-sabu seberat 21 gram serta ekstasi 10 butir. “Secara kuantitas sudah cukup tinggi, meski secara kualitas (kasus narkoba) yang berhasil kami ungkap masih belum signifikan,” pungkas AKBP Baron.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Udang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.