KORBAN PENEMBAKAN PELAKU CURANMOR DI KARAWACI TANGERANG, AKHIRNYA TEWAS – Poskota.co

KORBAN PENEMBAKAN PELAKU CURANMOR DI KARAWACI TANGERANG, AKHIRNYA TEWAS

Italia Chandra Kirana Putri, korban tewas penembakan pelaku curanmor di rumahnya Jalan Gunung Raung Blok B6 No 14 RT 002/010, Perumahan Bugel Indah, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (12/6) siang. Kini kasusnya ditangani Polrestro Tangerang.

POSKOTA.CO – Proyektil pelor dari senjata curanmor akhirnya menewaskan Italia Chandra Kirana Putri (23), di depan rumahnya Jalan Gunung Raung Blok B6 No 14 RT 002/010, Perumahan Bugel Indah, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (12/6) siang.

Calon dokter ini tewas ditembak oleh dua pelaku saat hendak mencuri sepeda motor Honda Beat hitam bernopol B 3378 CFH milik korban. Kasus penembakan itu pun masih ditangani oleh Polrestro Tangerang dan Polsek Karawaci.

Seorang saksi mata yang juga tetangga korban, Agus mengatakan, kejadian penembakan terhadap Italia itu terjadi sekitar pukul 13.40, saat kondisi perumahan itu sedang lengang. Pada saat itu dirinya tengah membersihkan rumahnya, mendengar adanya suara minta tolong dibarengi dengan suara letusan senjata api di rumah korban. Mendengar itu dirinya pun langsung keluar rumah, dan melihat dua orang pria menunggangi motor metik tancap gas ke arah jalan raya.

“Nggak sempat lihat wajahnya pelaku, yang saya dengar teriakan minta tolong sama ada suara tembakan. Sepertinya Ita ditembak karena melawan saat pelaku curanmor beraksi. Yang lebih detail melihat aksi itu ibu korban, dan memang motor korban yang mau dicuri pelaku,” ujarnya, saat ditemui di lokasi kejadian.

Lebih lanjut Agus menyatakan, sejumlah warga di dalam perumahan itu mencoba mengejar pelaku pencurian motor yang menembak tetangga mereka. Namun usaha itu tak membuahkan hasil, karena pelaku sudah menghilang di tengah jalan raya. Dirinya hanya mengingat kedua pelaku itu menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru.

“Sebagian warga coba membawa Italia ke Rumah Sakit Sariasih, saya hanya lihat dia itu tertembak di bagian dada sebelah kanan. Nggak lama polisi datang ke sini, dan saya sudah berikan keterangan. Mungkin aksi itu terekam salah satu cctv milik warga di depan rumah korban,” paparnya.

Agus mengungkapnya, Italia Chandra Kirana Putri merupakan calon dokter gigi yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisaksi, dan saat ini sedang co assisten alias magang di salah satu rumah sakit.

Menurut Agus, selama bertetangga korban merupakan gadis yang supel, mudah berbaur dan sangat pemberani. Namun, karena tragedi curanmor itu calon dokter ini pun harus kehilangan nyawa.

“Yang sayang dengar mbak Ita sedang melamar kerja jadi dokter gigi. Sekarang lagi magang agar bisa menjadi dokter di salah satu rumah sakit. Memang orangnya sangat berani sekali, tetapi sangat penyayang sama anak kecil. Ya semua kami kaget jika korban ditembak curanmor di siang bolong di depan rumahnya sendiri,” ucapnya.

Dalami kasus penembakan
Sementara itu, Kapolrestro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan menuturkan, kasus penembakan Italia Chandra Kirana Putri oleh pelaku curanmor masih terus di dalami jajarannya. Salah satunya, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari delapan saksi mata termasuk orang tua korban, dan memeriksa rekaman cctv salah satu rumah tetangga korban. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya hanya menyita satu barang bukti berupa sebuah hlem yang diduga milik pelaku yang tertinggal.

“Untuk sementara tim masih bekerja, dan kami sudah beri garis polisi di rumah korban. Ciri-ciri pelaku masih kami cari, karena rekaman kamera pengintainya masih diperiksa anggota. Yang pasti kami akan buru pelaku penembakan korban ini. Modusnya adalah korban memergoki pelaku saat mencuri motornya, karena takut pelaku pun meletuskan senjatanya ke arah korban,” tuturnya.

Harry menambahkan, dari keterangan ibu korban, sebelum ditembak pelaku, gadis malang itu sempat melemparkan sapu lidi ke arah salah satu pelaku sembari berteriak minta tolong. Bahkan, perlawanan yang dilakukan korban itu membuat pelaku curanmor tersebut kesal dan langsung menembaknya di bagian dada. Jajarannya pun akan melakukan uji balestik peluru yang bersarang di tubuh korban.

“Kami belum dapat pastikan kelompok curanmor mana yang bermain, karena masih dalam proses lidik oleh anggota. Kami hanya meminta doa dari warga agar pelaku curanmor sadis ini cepat tertangkap, dan saat ini semua jajaran Polrestro Tangerang akan melakukan patroli dalam skala bersar,” pungkasnya. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)