KAKEK LAMPIASKAN NAFSU BEJATNYA PADA BALITA, KINI MERINGKUK DI BUI – Poskota.co

KAKEK LAMPIASKAN NAFSU BEJATNYA PADA BALITA, KINI MERINGKUK DI BUI

POSKOTA.CO – Kelakuan kakek di Purwomukti Raya, Pedurungan, Kota Semarang ini benar-benar keterlaluan. Di usianya yang hampir 70 tahun, dia masih doyan mengumbar syahwat. Sayangnya, nafsu sang kakek justru dilampiaskan pada bocah balita berusia empat tahun!

Kakek berinisial ED (68) ini akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya setelah keluarga korban berinisal AA memutuskan melapor ke polisi, Minggu (25/9).

“Keluarga merasa curiga dengan perubahan yang terjadi pada korban. Dia jadi pendiam dan selalu mengeluh sakit pada alat kelaminnya,” kata MC, kerabat korban saat melaporkan kasus tersebut di Polrestabes Semarang.

Dari keterangan korban diketahui bahwa perbuatan tak senonoh itu dilakukan di Tlogo Timur Raya, Kota Semarang, pada Kamis (22/9) petang. Namun, MC belum bisa menceritakan secara detil kronologi kasus asusila tersebut.

“Kami sudah membawa korban ke RS Bhayangkara dan tim medis menyatakan ada luka pada alat kelaminnya yang diduga akibat perbuatan asusila,” imbuh MC.

Pihak keluarga berharap agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti. Sebab, perbuatan itu sudah mengakibatkan trauma pada korban dan bisa berdampak buruk terhadap perkembangannya.

Sementara itu, atas laporan laporan keluarga korban AA, Polrestabes Semarang langsung merespons dengan menangkap dan menahan kakek ED yang diduga melakukan pelecehan seksual.

“Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan kerabat korban yang berinisial AA. Pelakunya sudah kami tahan, sudah kami tangani,” ujar Kumarsini,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Kumarsini, Minggu (25/9).

Kumarsini menuturkan, pihaknya menjebloskan ED ke jeruji besi lantaran bukti dan saksi terkait kasus tersebut sudah lengkap.

“Alat bukti kuat, saksi juga ada,” sambung Kusmarini.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)