ISTRI BUPATI DIPERAS ANGGOTA KPK GADUNGAN – Poskota.co

ISTRI BUPATI DIPERAS ANGGOTA KPK GADUNGAN

duitPOSKOTA.CO – Polres Pulau-Pulau Aru, Maluku, masih merampungkan berkas pemeriksaan oknum Komisi Pemberantasan Korupsi gadungan yang kedapatan melakukan pemerasan terhadap isteri mantan Wakil Bupati Kepulauan Aru.

“Tersangka David Siletty alias Tomi Feisal ditangkap karena mengaku sebagai anggota KPK bidang Penindakan dan Pencegahan dan telah menipu serta memeras Nyonya Heny Djabumona,” kata Kapolres Pulau-Pulau Aru AKBP Harold Huwae yang dihubungi dari Ambon, Rabu.

Modus tersangka adalah mendekati korban sambil memperkenalkan diri dan mulai menjalankan aksi penipuannya untuk mendapatkan sejumlah uang sehingga dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana tentang Penipuan dengan diancam empat tahun penjara.

Oleh karena Henny Djabumona saat itu terlibat kasus korupsi dana MTQ tingkat provinsi pada 2011 di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga aksi pemerasan itu dilakukan lebih dari satu kali dan korban telah memberikan uang puluhan juta rupiah kepada tersangka.

Tersangka diciduk pihak Kepolisian Aru berkat laporan dari salah satu anggota pegawai negeri sipil setempat bernama Jermias Bulkol.

Berkas perkara tersebut telah masuk tahap pertama dan telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Dobo sejak beberapa pekan lalu, dan kini berstatus P18 dan P19.

“Nantinya ada penambahan-penambahan alat bukti serta pemeriksaan tambahan terhadap pihak korban guna melengkapi berkas perkara tersebut dan diupayakan sebelum akhir Februari ini perkaranya sudah bisa disidangkan pada Pengadiln Negeri Tual,” katanya.

Dugaan praktik penipuan anggota KPK gadungan itu dilakukan tiga kali terhadap Henny Djabumona, yakni pada November 2015 sebesar Rp25 juta, pada 7 Januari 2016 sebesar Rp15 juta, dan pada 13 Januari 2016 sekitar Rp5 juta.

Henny Djabumona mengaku kalau seluruh harta bendanya sudah dijual, bahkan dirinya meminjam uang untuk memenuhi permintaan tersangka karena mengaku sebagai anggota KPK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.