DUA MALING MOTOR DICIDUK BUSER TANGERANG – Poskota.co
Saturday, September 23

DUA MALING MOTOR DICIDUK BUSER TANGERANG

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Aparat Polresta Tangerang, Banten, menciduk dua pelaku pencuri sepeda motor masing-masing Am,30, dan Ae,29, yang sering beraksi di Kecamatan Kronjo dan wilayah lainnya di pesisir Utara berbatasan dengan Kabupaten Serang.

“Kami amankan dua sepeda motor hasil curian dengan nomor polisi B-6968-CCP dan B-6028-GRH sebagai barang bukti,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema di Tangerang, Minggu.

Kombes Irman mengatakan pelaku dibekuk setelah adanya laporan korban Abdul Rahman,30, warga Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru yang sepeda motor hilang di rumahnya.

Dia mengatakan pelaku selalu mengincar sepeda motor keluaran terbaru dengan mengunakan kunci letter T dan peralatan pendukung lainnya.

Bahkan pelaku kadang sengaja mengintai sepeda motor yang sengaja ditinggal pemilik dan ketika di rumah keadaan sepi.

Kasus dua pelaku tersebut saat ini ditangani aparat Polsek Kronjo dan berupaya untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya.

Belakangan ini warga di Kecamatan Kronjo, Mekar Baru dan Kresek resah karena sepeda motor hilang meski sudah dikunci dalam rumah.

Namun penangkapan pelaku Am setelah petugas mengintai beberapa hari di lokasi persembunyian di Kronjo.

Usai ditangkap, Am berupaya mengelak tapi ketika ditunjukkan barang bukti dia tidak dapat mengelak dan menjelaskan aksi pencurian bersama rekannya Ae dan pelaku lainnya Ag,27,.

Beberapa hari setelah itu, Ae diciduk petugas ketika sedang mengobrol dengan rekannya di Pasar Ceplak di Kecamatan Sukamulya.

Sedangkan Ag lolos dari incaran petugas dan sekarang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi akibat tindakannya meresahkan pemilik sepeda motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.