DONAT DILUBANGI KAKINYA DENGAN 4 PELOR – Poskota.co

DONAT DILUBANGI KAKINYA DENGAN 4 PELOR

Donat pakai rok biru
Donat pakai rok biru

POSKOTA.CO – Dian Rismawan alias Donat,29, tahanan yang melarikan diri saat akan disidang di Pengadilan Negeri Karanganyar, sepekan buron akhirnya tertangkap di tempat persembunyiannya di Dusun Blumbang, Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Minggu (7/8).

Donat, terpaksa dilobangi kakinya dua di kaki kanan dan dua di kaki kiri karena melarikan diri ke sawah-sawah dan tidak mau menyerah, saat 16 anggota polisi dari Unit Jatanras Polda Jateng dan Polres Karanganyar menggerebek di tempat bersembunyi.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak SIK, MSi melalui Kasat Reskrim AKP Rohmat Azhari SH mengatakan, petugas terus melakukan perburuan kemana larinya tahanan yang terkait pencurian truk dan alat berat di Karangpandan itu.

Begitu dia melarikan diri dari halaman PN Karanganyar Senin, 1 Agustus lalu, diboncengkan temannya yang sudah siap dia langsung melarikan diri ke Colomadu dan beberapa tempat lainnya.

Petugas terus melakukan penyelidikan dan mencoba mempersempit ruang geraknya dalam melarikan diri, sehingga dia semakin terdesak. Ketika ada informasi akurat akan keberadaan lokasi buruan , petugas langsung menggerebek.

‘’Saat didatangi petugas, Donat melarikan diri ke arah sawah-sawan di belakang kampung dan petugas terus mengejar. Karena tidak mau kehilangan buruannya petugas menembakkan ke udara tiga kali sebagai peringatan.’’

Tetapi ternyata dia tidak mau berhenti bahkan terus melarikan diri. Akhirnya petugas terpaksa menembak ke arah kaki untuk menghentikan lari pemuda yang saat ini statusnya terpidana karena kasus pencurian truk juga dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salatiga.

Dua tembakan mengenai kaki kanan dan dua tembakan mengenai kaki kiri, dia langsung ambruk. Petugas langsung menangkap dan memborgol serta membawa ke Puskesmas untuk dilakukan pengobatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)