DITELANTARKAN, MANTAN ATLET NEKAT JADI PELAKU CURANMOR – Poskota.co
Saturday, September 23

DITELANTARKAN, MANTAN ATLET NEKAT JADI PELAKU CURANMOR

POSKOTA.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Pedurungan, Semarang, menangkap mantan atlet angkat besi Jawa Tengah, Bagus Danu Saputra (21) akibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Semarang.

Tersangka Danu mengaku baru sekitar setahun ini nekat menjadi pencuri sepeda motor. Warga Gayamsari, Kota Semarang ini nekat mencuri karena sakit hati usai menjadi atlet.

“Dulu pernah dijanjikan jadi PNS kalau juara, ternyata justru ditelantarkan,” kata peraih medali perunggu dalam Arafura Games 2011 di Darwin, Australia.

Kapolsek Pedurungan Kompol Sugiyatmo, Selasa (30/8) mengatakan, tersangka ditangkap bersama rekannya, Mamang Rudi Asmoro (21) warga Jalan Jeruk, Kelurahan Lamper, Semarang Selatan, setelah kedapatan mencuri sepeda motor di sebuah rumah kos di daerah Pedurungan Kidul.

Menurut Kompol Sugiyatmo, keduanya termasuk pelaku pencurian sepeda motor yang sadis karena tidak segan melukai korbannya. “Keduanya biasa membawa celurit saat beraksi,” kata Sugiyatmo.

Bahkan, lanjut Sugiyatmo, sebelum beraksi keduanya selalu mengonsumsi minuman keras untuk menambah keberanian. “Sasarannya motor yang terparkir di tempat kos, warung makan dan warnet,” jelas Sugiyatmo. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Permohonan Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan akademisi ke Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan isi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan, dalam RUU tersebut hukuman perzinaan akan diperberat dari sembilan bulan penjara menjadi terancam lima tahun penjara. Pemerintah menanggapi permohonan akademisi terkait permintaan kriminalisasi lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo, di mana materi itu juga masih dibahas di dalam DPR. Sebagai contoh, dalam Pasal 484 Ayat (1) Huruf e RUU KUHP berbunyi, "Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dipidana lima tahun penjara". Pandangan pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Yunan Hilmy dalam sidang lanjutan uji materi KUHP di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (19/7). Yunan menyebut, pembahasan RUU ini terkesan lambat karena ada beberapa kendala. "Lamanya penyusunan RUU KUHP dipengaruhi banyaknya dinamika di antaranya masalah budaya, agama serta hal-hal lain yang dalam implementasinya harus dapat diukur secara jelas," kata Yunan. Sebab, dalam merumuskan ketentuan pidana berbeda dengan merumus ketentuan lain. Yunan mengatakan, untuk mengukur suatu norma pidana harus dapat dibuktikan secara hukum sehingga untuk dapat memutus suatu norma pidana memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, pemerintah mengatakan para pemohon dapat memberikan masukan hal ini kepada pemerintah atau DPR. "Dalam rangka turut serta mengatasi problematika pembahasan RUU KUHP, para pemohon dapat memberikan sumbangan pemikirannya terhadap materi RUU KUHP terutama masalah perzinaan, pemerkosaan dan homoseksual. Materi RUU KUHP itu masih dibahas di DPR, dan akhir Agustus mendatang akan kembali dirapatkan usai masa reses DPR. Hukum Penjara Sebelumnya, Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta homoseks dan pelaku kumpul kebo dihukum penjara. Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menafsir ulang Pasal 292. Selain Euis, ikut pula menggugat para akademisi lainnya yaitu Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi, MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS, MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE, MA, MSc, PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS, MHum, Sri Vira Chandra D SS, MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST, MPdI dan Dhona El Furqon SHI, MH. (*)