TIGA BEGAL SADIS USIA MUDA DITANGKAP POLDA SUMSEL – Poskota.co

TIGA BEGAL SADIS USIA MUDA DITANGKAP POLDA SUMSEL

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Tim Ditreskrimum Polda Sumsel membekuk empat remaja pelaku begal tergolong sadis yang tidak segan-segan melukai dan membunuh korbannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga didampingi Kasubdit III Ditreskrimum AKBP Hans Rahmatullah di Palembang, Kamis, mengatakan, tiga remaja usia belasan tahun ini yakni:

  • FA,16
  • MS,15
  • RZ,17

Dari penangkapan ini petugas mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, onderdil sepeda motor, sebilah senjata tajam dan satu lembar kain penutup muka yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Kelompok ini menamai dirinya Geng Pelor, dan mereka terakhir kali beraksi ketika merampas sepeda motor sewaktu melintas di kawasan Universitas Sriwijaya, Bukit Besar,” kata dia.

Menurut pengakuan RZ, selaku ketua geng, jika mereka menjalankan aksinya pada malam hari dengan bergerombol menyusuri jalan sekitar kawasan Bukit Besar dan sekitarnya.

“Kami memang bentuk tim geng pelor, kami bekerja bersama-sama, ada yang membawa motor dan ada yang beraksi, pokoknya berbagi tugas,” kata pelaku.

Selain mengambil sepeda motor korbannya, para pelaku ini juga melukai, dan saat beraksi menggunakan cadar penutup muka agar tidak dikenali korbannya.

Sementara, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki menyoroti kasus pembegalan motor yang kerap terjadi di ibu kota provinsi Sumsel ini.

“Di media cetak dan media sosial sering didapati informasi terjadinya begal motor di Palembang. Sepatutnya hal ini menjadi perhatian serius,” kata Ishak Mekki.

Ishak mengatakan jika Kota Palembang ingin menjadi pusat bisnis dan pariwisata maka harus mampu memberikankan rasa aman kepada para pendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.