oleh

Warna Napas yang Keluar dari Putih Hingga Hitam

-Komunitas-198 views

walhi aPOSKOTA.CO – Setelah mendengar orang-orang berkata bahwa setiap individu memancarkan aura wajah yang berbeda-beda, seorang ilmuwan bernama Dr. Kaths melakukan sebuah percobaan untuk membuktikannya.

Ia menemui individu yang berbeda-beda sebagai percobaannya. Misalnya, ia menemui sekelompok orang yang berbahagia, yaitu orang yang selalu tertawa dan berpikir positif, kemudian ia mengumpulkan contoh udara dari napas mereka. Hasil uji cobanya menunjukkan bahwa jenis udara ini berwarna putih.

Setelah itu, ia bertemu dengan beberapa “Buddha yang frustrasi” – yaitu orang yang berwajah muram dan mengerutkan alisnya – dan menguji udara dari napas yang mereka hembuskan. Warna yang dihasilkan sama sekali berbeda – udara mereka berwarna abu-abu dan terlihat tidak menyenangkan.

keindahan - walhiIa lalu melanjutkan percobaannya pada beberapa orang yang selalu marah, dan napas yang mereka keluarkan berwarna kuning tua, cokelat kemerahan, atau merah oranye; maksud saya warna kuning gelap, warna yang sangat gelap! Akhirnya, ia mengakhiri percobaannya dengan beberapa orang yang selalu menghujat atau memaki orang lain atau yang suka mengutuk mati orang lain! Hasil tes dari udara napas mereka menghasilkan warna hitam atau cokelat, warna cokelat yang gelap sekali.

Ia kemudian menyuntikkan udara cokelat gelap itu pada beberapa ekor tikus percobaan dan tikus-tikus itu pun segera mati beberapa menit kemudian.

Tapi, hanya tikus percobaan yang disuntik dengan udara percobaan lainnya saja yang selamat. Tikus yang selamat itu adalah tikus yang disuntik dengan udara putih atau udara yang bersih.

Kita semua sudah tahu benar tentang hal ini, tapi kita pasti tidak menyangka bahwa dokter itu dapat membuktikannya dengan hasil percobaan bahwa aura wajah yang terpancar dari seseorang itu benar-benar ada! Saya sering berkata bahwa hanya dengan duduk berdekatan dengan seseorang saja Anda sudah mengambil setengah karma dari orang itu.

Jadi, kita tidak dapat berkata bahwa tidak ada pengaruh karma! Kadang kita pergi ke suatu tempat dan ketika kembali kita merasa lelah, tapi kita merasa sangat nyaman ketika kita pergi dan kembali dari tempat yang lain.

Memang benar bahwa Tuhan itu ada di dalam diri kita, tapi aura yang terpancar dari wajah kita itu bukan berasal dari Tuhan. Itu bukan berasal dari sifat Ilahi di dalam batin kita, tapi seluruhnya dari pemikiran buruk otak kita.

Itu belum sampai ke sifat Ilahi di dalam batin! Meskipun kita memiliki harta ini, tapi kita tidak dapat menggunakannya. Jadi, kita seperti orang lemah.

Itulah sebabnya Anda merasa lelah ketika Anda harus bergaul dengan orang lain; itu bukan karena Tuhan tidak ada di dalam diri mereka, tapi karena mereka tidak memberikan sifat ini kepada Anda. Mereka hanya memberikan Anda kegelapan, tong sampah yang kotor di otak mereka.

Mereka tidak membiarkan Anda masuk ke Kerajaan Tuhan di dalam batin mereka, tapi hanya melemparkan sampah ketika Anda berada di depan pintu.

Bagus juga karena akhirnya sekarang ada seseorang yang dapat membuktikan hal ini. Senang sekali mengetahui bahwa hal ini benar-benar ada.
(bersambung sumber. kontaktuhan.org)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *