oleh

Utamakan Budi Pekerti, Bukan Agama

-Komunitas-713 views

POSKOTA.CO – Hal yang sangat mendesak yang perlu kembali diajarkan kepada generasi penerus kita saat ini adalah budi pekerti. Bukan agama. Atau bukan agama semata. Sebab, budi pekerti berlaku untuk semua agama. Sementara agama cenderung menekankan pada superioritas agamanya sendiri dan abai pada agama lain meski satu bangsa dan bahkan sesama manusia.

Saat ini pengajaran agama mengalami “inflasi”. Sejak sebelum matahari terbit hingga tengah malam rakyat kita dicekoki ajaran agama. Terlalu banyak teori yang diajarkan tapi sedikit praktik khususnya yang positif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Jumlah yang bergelar haji dn pendeta semakin banyak. Tapi pelaku korupsi dan manipulasi juga. Tak ada habisnya.

Meningkatnya kegiatan keagamaan tidak paralel dengan hadirnya moralitas untuk bangsa. Agama masih sebatas “casing,” Kulit. Tampilan muka. Kemasan. Yang menyedihkan agama kini sudah jadi ajang komoditi dan bisnis, juga entertainment.

Yang menonjol justru meningkatnya sekterianisme dan nafsi nafsi di antara golongan. Minim teladan toleransi. Beda antara teori dan praktik. Agama kini berjalan beriringan dengan aksi intoleransi, caci maki, persekusi, anarki, manipulasi dan korupsi.

Dan lebih parah, ajaran agama justru membangun sekat sekat dan menjauhkan dari budaya bangsa sendiri dan dijadikan alat penjajahan bangsa asing. Bangsa Arab khususnya sebagai asal agama mayoritas. Menjauhkan kita dari persatuan dan rasa ke Indonesiaan.

Kita tahu, ajaran budi pekerti mengutamakan toleransi, sopan santun, adab dan akhlak yang terbaik bagi kita warga Indonesia di bumi Nusantara. Tanpa memandang suku dan agama. Budi pekerti tidak mengajarkan perusakan tempat ibadah – hanya sekte sekte agama mempraktikannya.

Budi pekerti tidak mengajarkan kebencian kepada penganut agama dan keyakinan lain. Merasa agamanya paling benar dan ibadah penganut agama lain dianggap sebagai “gangguan lingkungan”.

Budi pekerti melarang caci maki dan omong kotor yang kini justru banyak dilakukan oleh para politisi dan oknum oknum yang mengatas-namakan agama. Apalagi persekusi dan sumpah sumpah. Maka agama biar jadi urusan pribadi dan rumah-tangga masing masing.

Sedangkan budi pekerti merupakan keharusan yang dilakukan warga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Etika dalam pergaulan. Agama adalah urusan anda dengan tuhan anda. Di rumah dan tempat ibadah Anda.

Mengutip celoteh ustadz mbeling, agama itu seperti kemaluan. Penting dan berguna. Tapi tak usah dipamer-pamerkan!.
Nikmati sendiri atau kasi lihat ke pasangan saja. Yang perlu dipamerkan hasil produksinya. Akhlak dan perilaku Anda. (Supriyanto Martosuwito)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *