oleh

Usakti dan IAI KPD Adakan Pelatihan Pengelolaan Pesantren Berbasis IT

-Komunitas-86 views

 

 

POSKOTA.CO – Dalam kaitannya agar pengelolaan pesantren menjadi lebih terstruktur dan lebih baik, maka salah satu tanggung jawab perguruan tinggi adalah mengawalnya. Nah, untuk memperdalam di bidang itu, maka perlu adanya pelatihan meski hal ini diselenggarakan melalui webinar atau web-seminar secara online.

Dalam program studinya dan sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti melaksanakan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) berupa pelatihan tentang pengelolaan pesantren berbasis IT bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KPD), di Jakarta, Rabu (29/7/20)

Salah satu peserta webinar nasional, KH. Muhammad Sodik menyebutkan acara yang berlangsung secara virtual ini diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia. Acara diawali dengan pemutaran video perkenalan konsentrasi yang ada di Maksi FEB Usakti. Diantaranya adalah konsentrasi Pemeriksaan Akuntansi, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Perpajakan, Akuntansi Pelaporan dan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan dan Bisnis Syariah.

“Acara itu sendiri dipandu oleh Dr. Rossje V Suryaputri, MM yang merupakan Sekprodi Maksi FEB Usakti, dan Dr. Slamet Wiyono, AK., MBA selaku moderator sekaligus koordinator konsentrasi Akuntansi Keuangan dan Bisnis Syariah,” ucap Ketua PC DMI (Dewan Mesjid Indonesia) Bekasi Selatan ini.

Muhammad Sodik menambahkan sebagai pembicara pertama yakni Dr. H. Hadiyanto Arief, SH., MBs, pimpinan pondok pesantren Darunnajah yang menyebutksn bahwa tantangan terbesar pengelolaan pesantren adalah menyeimbangkan antara kultur dan struktur. Kultur itu sendiri adalah faktor endogenes dari pesantren yang tidak dapat dihilangkan sedangkan struktur adalah sebuah sistem yang ditetapkan oleh regulator (pemerintah) yang harus diikuti oleh pesantrean.

Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan manajemen pesantren, karena dua faktor ini akan sangat menentukan perkembangan dan kemajuan pesantren.

“Pesantren juga harus mempunyai 3 pilar kewirausahaan sosial yang selanjutnya disebut sebagai social enterpreneurship, meliputi quality life focus, problem solving dan innovation. Disebutkan juga letak kemandirian dan keunikan pesantren merupan ciri khas dari pesantren kebanyakan di Indonesia,” katanya.

Menyangkut soal tata kelola pesantren, disampaikan oleh Prof. Dr. M. Nizarul Alim, Ak. MSc., CA yang intinya menyebutkan bahwa ada beberapa pilar tata kelola keuangan pesantren yaitu akuntabilitas, transparansi, responsibilitas, independensi, kewajaran / keadilan dan perlu adanya dewan pengawas syariah. Selanjutnya disampaikan juga pada perkembangannya pesantren mengalami evolusi dari majelis ilmu, pondok pesantren salaf / diniyah dan akhirnya berkembang menjadi pondok pesantren multi unit / multi organisai.

“Ketika pondok pesantren sudah menjadi sebuah organisasi yang multi maka disinilah diperlukan adanya pengelolaan secara akuntabel,” jelasnya.

Sementara Arif Hidayat yang menjelaskan tentang aplikasi SanTren, yaitu aplikasi software akuntansi pesantren yang nantinya akan digunakan untuk membantu pengurus pesantren dalam menyiapkan laporan keuangan yang berpedoman ISAK 35. Respon para peserta sangat antusias dan mendukung seluruh acara pelatihan terutama aplikasi SanTren.

Sebelumnya Ketua program studi Magister Akuntansi Trisakti, Dr. Sekar Mayangsari, Ak., MSi., CA mengatakan salah satu tanggung jawab perguruan tinggi adalah mengawal agar pengelolaan pesantren menjadi lebih terstruktur dan lebih baik sesuai dengan pedoman akuntansi pesantren yang telah dirumuskan sesuai dengan UU Pesantren dan pedoman akuntansi pesantren yang telah disusun oleh IAI dan didukung oleh Bank Indonesia.

Menurutnya di era revolusi industri 4.0 diharapkan manajer pesantren dapat mengelola pesantren dengan menggunakan basis tekhnologi informasi sehingga dapat mewujudkan sebuah tata kelola pesantren yang mandiri.

Sesuai dengan pedoman akuntansi pesantren yang telah dirumuskan sesuai dengan UU Pesantren dan pedoman akuntansi pesantren yang telah disusun oleh IAI dan didukung oleh Bank Indonesia. (Budhi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *