by

Tata Cara Salat Idul Fitri di Rumah

Read Time:3 Minute, 39 Second

POSKOTA.CO – Pemerintah menetapkan 1 Syawal atau Lebaran pada hari Minggu (24/5/2020). Pada hari itu, umat Islam akan melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri, salat sunah dua rakaat yang dibarengi dengan khutbah.

Namun demikian di tengah pandemi Corona, masyrakat diminta untuk tidak melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di lapangan terbuka atau masjid, tetapi di rumah saja sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2020 terkait Salat Idul Fitri (Id) saat pandemi virus Corona.

Salat atau Salat Idul Fitri adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjakan umat muslim pada pagi hari saat Hari Raya Idul Fitri.

Dalam fatwa tersebut, MUI menjelaskan bahwa Salat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir).

Menurut MUI, Salat Idul Fitri dapat dilakukan di rumah baik secara sendirian (munfarid) maupun berjemaah.

Bila dilakukan secara berjemaah, maka jumlah jamaah yang melaksanakan Salat Id minimal empat orang, rinciannya, satu orang menjadi imam dan tiga lainnya makmum, dan setelah Salat Id di rumah, khatib bisa melaksanakan khutbah. 

Namun, jika jumlah jemaah kurang dari empat orang, maka Salat Idul Fitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khutbah.

Bila Salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka tidak perlu ada khutbah.

Adapun tata cara Salat Id di rumah sama seperti pelaksanaan Salat Id di lapangan atau masjid.

Berikut panduan/kaifiat Salat Idul Fitri berjamaah di rumah:

1. Sebelum salat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Salat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat Salat Idul Fitri.

Lafaz niat Salat Idul Fitri sebagai makmum adalah:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

Sementara bila jadi imam, lafaz niat Salat Idul Fitri adalah:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala.

4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.

Artinya: Mahasuci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Mahabesar.

6. Membaca Surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

8. Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.

Di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam) dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

Artinya: Mahasuci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Mahabesar.

9. Membaca Surat Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

10. Ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam.

11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Bagi yang ingin tetap melaksanakan khutbah setelah salat, berikut panduan/kaifiat khutbah Idul Fitri:

1. Khutbah Idul Fitri hukumnya sunah yang merupakan kesempuranaan Salat Idul Fitri.

2. Khutbah Idul Fitri dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.

4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali. 

b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله

c. Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد

d. Berwasiat tentang takwa.

e. Membaca ayat Alquran

5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali. 

b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله

c. Membaca salawat Nabi SAW antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد

d. Berwasiat tentang takwa.

e. Mendoakan kaum muslimin. (r)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini