oleh

Manusia Baik adalah yang Berguna bagi Sesamanya

RASULULLAH shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Manusia yang paling baik adalah yang paling berguna bagi manusia lainnya.” (HR. asy-Syihab al-Qadha’i).

Nabi shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Manusia yang paling dicintai Allah Swt. adalah yang paling berguna bagi sesamanya. Amalan yang paling dicintai Allah Swt. adalah kamu membuat gembira seorang Muslim, menghilangkan kesedihannya, melunasi hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Aku berjalan dengan saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya, lebih aku sukai dari beri’tikaf di mesjid selama satu bulan. Barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya yang Muslim untuk memenuhi kebutuhannya hingga ia mengokohkan kebutuhan baginya, maka Allah Swt. akan mengokohkan langkah kakinya pada hari di mana semua langkah kaki goyah.” (HR. Ibnu Abu ad-Dunya).

Hadits ini menjadi motivator bagi para sahabat untuk beramal berdasarkan hadits ini, jadilah mereka yang bertekad bulat untuk menjadikan kata-katanya sebagai perintah yang ditaati dan ajaran-ajarannya dilaksanakan dan menggugah hasrat mereka untuk berbuat baik dan menyalakan bara api kebaikan dalam hati mereka.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Berbuat kebajikan kepada orang yang layak menerimanya, dan juga kepada orang yang tidak layak menerimanya; apabila kebajikanmu tepat mengenai orang yang layak menerimanya berarti engkau telah memberikannya kepada ahlinya, dan apabila kamu tidak mengenai orang yang layak menerimanya berarti kamu sendirilah yang menjadi ahlinya.” (HR. al-Khathib melalui Ibnu Umar r.a.).

Berbuat kebajikan merupakan hal yang diperintahkan tanpa memandang kepada siapa pun kita berbuat baik.

Dalam hadits yang lain Nabi Saw. telah bersabda, “Perbanyaklah berbuat baik agar orang-orang mendoakan kebaikan untukmu, karena sesungguhnya seorang hamba itu tidak mengetahui melalui lisan siapakah doanya dikabulkan atau ia diberi rahmat.” (HR. al-Khathib melalui Abu Hurairah r.a.).

Agar doa kita dikabulkan salah satu usahanya ialah meminta kepada banyak orang agar mendoakan kebaikan bagi kita; semakin banyak orang yang mendoakan kita, maka semakin dekat akan dikabulkan karena barangkali di antara salah satu dari mereka ada yang dikabulkan doanya buat kita. Dan agar kita selalu didoakan baik oleh orang lain, maka kita harus gemar berbuat kebaikan terhadap mereka.

Dalam hadits yang lain Nabi Saw. telah bersabda, “Sesungguhnya ahli kebajikan di dunia akan menjadi ahli kebajikan pula kelak di akhirat. Dan sesungguhnya orang-orang yang paling awal masuk surga adalah ahli kebajikan.” (HR. Thabrani).

Dalam hadits ini disebutkan bahwa orang-orang yang mula-mula masuk surga adalah ahli kebajikan. Yang dimaksud ahli kebajikan dalam hadits ini adalah ahli sedekah. Dan ditekankan juga dalam hadits ini, menerangkan tentang keutamaan beramal sedekah dan sekaligus sebagai anjuran untuk mengerjakannya. Pengertian sedekah ini luas, tidak hanya menyangkut materi tetapi mencakup pula hal-hal yang nonmateri, semuanya termasuk ke dalam pengertian kebajikan.

Rasulullah Saw. telah bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya; sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya.” (HR.Thabrani melalui Uqbah ibnu Amir r.a.).

Sedekah dapat dijadikan sebagai pemberi syafaat bagi pelakunya. Di dalam kubur ia mendapatkan kesejukan berkat sedekahnya dan terhindar dari panasnya kubur. Demikian pula di hari kiamat, ia akan mendapatkan naungan dari amal sedekahnya, padahal ketika itu kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada taranya. Hadits ini menerangkan tentang keutamaan amal sedekah, dan sekaligus sebagai anjuran buat kita untuk mengerjakannya.

Juga dalam hadits yang lain *Rasulullah* Saw. telah bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah; perintahmu kepada perkara yang _ma’ruf_ dan laranganmu terhadap perkara yang munkar adalah sedekah; petunjukmu kepada seseorang yang tersesat jalan adalah sedekah; dan engkau menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah bagimu.” (HR. Bukhari). Juga dalam hadits yang lain dinyatakan, “Setiap perbuatan kebajikan sebagai sedekah (bagi pelakunya), orang yang menunjukkan kepada kebaikan (memperoleh pahala) seperti orang yang mengerjakannya, dan Allah menyukai orang yang menolong orang yang meminta pertolongan.” (HR. Baihaqi melalui Ibnu Abbas r.a.).

Pengertian sedekah itu luas sekali, bukan hanya menyangkut hal-hal yang bersifat materi saja, melainkan setiap perbuatan yang _ma’ruf_ pun adalah sedekah juga, seperti memberikan kegembiraan kepada saudara, memberi petunjuk kepada kebaikan, memberi petunjuk orang yang tersesat jalan, menyingkirkan gangguan dari tengah jalan, mencegah hal yang munkar, dan menolong orang yang membutuhkan pertolongan, serta masih banyak yang lainnya yang bersifat nonmateri.

Berbuatlah kebajikan sebagaimana Allah Swt. telah berbuat kebajikan kepada kita. Janganlah dianggap enteng atau meremehkan perbuatan baik, walaupun hanya perbuatan itu kecil. Berusahalah menjadi manusia yang suka berkhidmat kepada sesama kita. Jangan ditunda-tunda dalam melakukan perbuatan kebaikan, sebab perbuatan tersebut akan membawa kita, sebagai pelakunya ke surga-Nya. Semoga.

Karsidi Diningrat
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.
Anggota PB Al Washliyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *