by

Bimas Kristen Ajak Gereja untuk Patuhi Seruan Gubernur DKI Jakarta

-Komunitas-252 views
Read Time:1 Minute, 50 Second

POSKOTA.CO – Masalah Covid-19 menjadi persoalan yang sangat serius karena penyebaran pandemi virus Corona ini terjadi di negara negara lain jadi bukan di Indonesia saja kita tahu sudah banyak sekali korban yang disebabkan oleh virus Corona ini.

Dilihat dari data dan informasi sampai saat ini, terdapat kasus 1.872 ODP, 899 PDP, serta 790 kasus positif dan (data dari Jakarta Tanggap Darurat) peningkatan ini sangat cepat sekali.

Kementerian Agama melalui surat edaran yang ditandatangani oleh menteri agama tertanggal 13 Maret 2020 dengan Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah yang di dalamnya antara lain menyosialisasikan etika bersin dan batuk, memastikan rumah ibadah bersih.

Kemudian edaran Menag yang terbaru adalah SE No 4 Tahun 2020 tentang perubahan SE No 3 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada Kementerian Agama.

“Jadi sejak tanggal 24 Maret 2020, Kementerian Agama di berlakukan kerja dari rumah (work from home/WFH) termasuk Bimas Kristen melaksanakan tugas dari rumah sesuai dengan surat edaran,” demikian ditegaskan Lisa Mulyati Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agam Provinsi DKI Jakarta kepada POSKOTA.co Jumat ( 27/3/2020).

Bagaimana Pembimas Kristen menanggapi kasus ini? Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama turut melaksanakan, menindaklanjuti surat edaran yang sudah dikeluarkan oleh Menag, dan mengajak seluruh umat kristiani yang ada di Jakarta khususnya untuk tetap tinggal di rumah dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona dengan mengeluarkan surat imbauan melalui gereja-gereja dan pimpinan lembaga aras di Jakarta dan bimas Kristen bekerja sama dengan Pemprov DKI mengajak gereja-gereja untuk melaksanakan seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk ibadah dilakukan sementara di rumah bersama keluarga masing masing dan bukan hanya umat Kristen tetapi untuk semua agama lain.

Seruan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Nomor 5 Tahun 2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Peniadaan Sementara Kegiatan Peribadatan dan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Rangka mencegah Penyebaran Wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

“Jadi mari kita taati aturan aturan pemerintah yang sudah di tetapkan agar tidak banyak lagi korban karena virus corona hidup bersih cuci tangan yang bersih kumpul dan beribadah bersama keluarga dan tetap tinggal di rumah merupakan wujud nyata kepedulian umat untuk membantu mencegah penyebaran virus Corona,” ujarnya. (lian tambun)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini