oleh

Badai Besar Belum Berlalu

-Komunitas-78 views

POSKOTA.CO – “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,lalu melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”MAT72427.

Ada sebuah lagu berjudul”Badai Pasti Berlalu”.
Pertanyaannya;
” Apakah pada saat badai datang tidak membawa korban? Menghancurkan banyak bangunan? Dan membawa kerugian?”

Kehadiran badai dimulai dengan turunnya hujan lebat dan angin kencang. Salah satu yang menjadi sasarannya adalah bangunan2. Sering kita menerima berita, ratusan rumah hancur porak poranda, akibat badai yang mengamuk. Maka kerugian materi yang cukup besar sedang terjadi.

Sang Guru sudah mengajarkan kepada murid2-Nya 2000 tahun lalu, bahwa AKAN DATANG BADAI BESAR. Oleh sebab itu diajarkan-Nya, cara membangun rumah yang kokoh.
Dengan dasar apa kita membangun rumah? Dengan materikah?

Sebab selama manusia masih hidup di bawah kolong langit ini akan terus ada masalah, persoalan, dsb. Sang Guru tidak pernah menjanjikan pada murid-Nya, kalau mengikut Dia pasti aman dari masalah, persoalan dan pergumulan hidup. Oh..tidak!!!

Sang Guru berkata;
“Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Jadi, penyertaan Sang Guru dalam segala musim dihidup kita sudah luar biasa. Itu janjinya.

Kita ikuti saja ajaran Sang Guru. Dasar rumah yang dibangun harus kokoh di dalam Dia. Supaya di saat badai besar datang rumah itu tetap berdiri kokoh, karena dasar bangunan lebih dahsyat dari badai. Batu itu adalah Sang Guru sendiri, DIA BATU
KARANG YANG TEGUH.
Jika dasar bangunannya adalah batu karang tidak mudah dihancurkan oleh badai apapun.

Sang Guru berkata;
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.”
Orang bodoh membangun rumahnya tanpa fondasi yang kuat. Bila badai datang disertai banjir dan angin, maka rumah itu hancur.

Berapa banyak rumah2 tangga yang hancur diterjang badai hari2 ini?Pandemi Covid 19 ini adalah badai besar yang menghantam seluruh dunia.
Banyak perusahaan yang bangkrut, ekonomi negara goncang, PHK terus berlanjut, berdampak ke berbagai sisi kehidupan.

Angka perceraian meningkat tajam, karena dasar keluarga tidak kokoh. Apalagi dasar yang dibangun karena faktor ekonomi, maka tidak akan kuat menghadapi badai ini.
Bagi murid yang sudah mendengarkan ajaran Sang Guru, lakukanlah. Jangan hanya mendengar dan tidak melakukan.

Bangun rumah tangga dan hidup kita dengan dasar BATU YANG KOKOH.
-JADILAH ORANG BIJAKSANA BUKAN BODOH.
-BADAI PASTI BERLALU DAN DATANG LAGI.
-HANYA DIA YANG SANGGUP MENGATASI BADAI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *