oleh

Wakil Rektor UKI Apresiasi Kemendikbud Alokasikan Dana Subsidi Kuota Internet PPJ

-Kampus-165 views

POSKOTA.CO – Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana sebesar Rp7,2 triliun untuk subsidi kuota internet guna Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) bagi guru, dosen, siswa, dan mahasiswa mendapat apresiasi.
Menurut ML Denny Tewu, wakil rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, kebijakan itu dapat mengurangi beban guru, siswa, dan mahasiswa dalam pembelajaran daring. Hal ini tentu bagus dan sangat membantu bagi dunia pendidikan di Indonesia, namun belum cukup karena belum menjangkau mereka yang mengalami kesulitan dengan prasarana listrik maupun koneksi jaringan internet, sesuai janji pemerintah waktu yang lalu harusnya saat ini sudah dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia dengan internetisasi, yang tentunya kebutuhan dasar seperti air, listrik juga sudah terpenuhi.

“Dengan total jumlah guru, dosen, siswa, di Tanah Air yang lebih dari 55,7 juta orang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mesti memastikan distribusi subsidi kuota internet itu bisa tepat sasaran. Penyaluran bantuan pun hendaknya berbasis kebutuhan dan tidak diberikan dalam bentuk uang, akan tetapi langsung berupa kuota internet,” ujarnya, Sabtu (29/8/2020).

“Sebenarnya kuota internet bisa juga direct ke nomor handphone para guru, dosen maupun siswa yang terdaftar di setiap wilayah yang telah menjadi target, dengan demikian hal tersebut lebih terukur dan dapat dinikmati langsung oleh mereka yang membutuhkan, daripada dibagikan secara masal, sayangnya banyak yang tidak mengikuti informasi secara intens,” sambung mahasiswa S3 doktor Manajemen Bisnis Unpad Bandung.

Sejumlah kendala selama PJJ luring, lanjut Denny Tewu, seperti masalah akses listrik, internet, kepemilikan gawai dan sulitnya akses guru kunjung ke rumah siswa, hal ini juga harus menjadi perhatian serius pemerintah sebagaimana disampaikan di atas, masalah kebutuhan dasar, air bersih, listrik dan internetisasi terpenuhi di seluruh plosok Indonesia.

Laporan terbaru badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak (Unicef) menyebutkan, sepertiganya di seluruh dunia atau 463 juta anak mengalami kesulitan PJJ selama pandemi. Hal yang sangat memprihatinkan adalah anak-anak dari rumah tangga miskin dan perdesaan paling rawan tertinggal pelajaran selama penutupan sekolah.
Dijelaskan Denny, bahwa segala upaya tentu ada batasnya, namun apabila para guru kreatif, sambil menunggu dan mengharapkan fasilitas kebutuhan pokok di atas, mereka bisa difasilitasi modul-modul pembelajaran dengan memanfaatkan alam, hal ini juga sebenarnya sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup umat manusia, bagaimana belajar dengan memberdayakan alam sekitar.

“Saya kira banyak aktivis lingkungan yang dapat memberikan workshop untuk itu,” ujarnya.

“Dengan bantuan subsidi kuota internet untuk pembelajaran daring yang dialokasikan sebesar Rp7,2 triliun dapat meringankan beban guru dan siswa dalam pembelajaran daring yang disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim. Namun, itu tentu saja bermanfaat, tapi diakui belum cukup kalau kita melihat wilayah Indonesia secara keseluruhan yang begitu luas dengan beraneka ragam persoalannya,” tutup Denny Tewu. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *