Tujuh Bos BNI Kompakan Bobol Dana Nasabah Rp135,5 Miliar

BNI Ambon (ist)

Read Time:1 Minute, 11 Second

POSKOTA.CO – Tujuh tersangka kasus pembobolan dana nasabah hingga 135,5 Miliar melibatkan karyawan atau orang dalam serta jajaran pimpinan BNI.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat  menyebutukan ketujuh tersangka tersebut, yakni mantan Wakil Pimpinan BNI Cabang Utama Ambon Farahdiba Yusuf, Kepala Cabang BNI Mardika Andi Rizal alias Callu, Kepala Cabang BNI Tual Chris Rumalewang, Kepala Cabang BNI Aru Josep Maitimu, Kepala Cabang BNI Masohi Martije Muskita, Soraya Pellu.

Ditambahkannya, terdapat satu tersangka baru dalam kasus pembobolan dana nasabah yakni Tata Ibrahim pegawai BNI di Makassar, Sulawesi Selatan yang berperan menampung uang hasil kejahatan dalam kasus pembobolan BNI Ambon.

Dari rekening tersangka Tata Polisi menemukan transaksi tak wajar sejak November 2018 hingga September 2019 senilai Rp 76.409.000.000.

Menurut Kabid Humas, jumlah kerugian dalam kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon ternyata membengkak lebih besar dari yang dilaporkan Rp 58,9 miliar karena  penyidik menemukan ada aliran dana sebesar Rp 76,4 miliar melalui sejumlah rekening  atas nam tersangkaTata Ibrahim.

Sementara itu, Corporate Secretary BNI Meiliana dalam siaran persnya menjelaskan, kasus pembobolan atau penggelapan dana nasabah di Ambon tidakmemiliki dampak  terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI.

Dikatakannya, BNI pada bulan Oktober 2019 telah melaporkan kasus penggelapan uang nasabah ke pihak kepolisian sebesar Rp 58,95 miliar berkat investigasi internal BNI pada 2019.

Investigasi internal mencurigai adanya kejanggalan transaksi transfer dana yang tidak disertai oleh dana riil nya.

Transfer diduga dilakukan atas perintah salah satu tersangka dalam kasus ini, yaitu Wakil Kepala BNI Cabang Ambon, Faradiba Yusuf. (r)

 

 

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *