oleh

Sidang Perkara Politikus PKB Dakwa Ketuanya Digelar PN Depok

POSKOTA.CO – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok Slamet Riyadi didakwa menyebarkan berita bohong, fitnah dan penghinaan terhadap politikus Babai Suhamei yang dimuat dalam salah satu media massa lokal di Kota Depok yang terbit 7 Agustus 2019 lalu.

Dalam sidang perdana dipimpin Hakim Ketua Divo Ardianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Darmo Wibowo Mohammad di Pemngadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (7/7).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozi Juliantono, mengatakan Slamet Riyadi yang juga ketua PKB Depok dinyatakan telah membuat berita bohong, fitnah dan penghinaan terhadap diri Babai Suhaemi, warga Blok Rambutan RT 004/004, Kel. Cipayung, Cipayung bahwa dirinya dipecat sebagai keanggotaan PKB bahwa saksi korban atau Babai Suhaemi positif narkoba sesuai surat dari RSUD Kota Depok.

Pernyataan itu dibacanya dalam salah satu berita di Koran lokal Kota Depok di rumahnya yang terbit tanggal 7 Agustus lalu yang dengan tegas mengatakan saksi korban Babai Suhaemi menggunakan obat obatan berdasarkan data yang dimiliki dari RSUD Kota Depok. “Kalau jenis obat obatnya RSUD yang lebih paham itu bukan wewenangan saya,” ujar terdakwa dalam Koran tersebut.

Membaca Koran tersebut saksi korban Babai Suhaemi merasa dirinya dipojokan, difitnah dan dicemarkan nama baiknya serta tidak terima hingga berbuntut laporkan ke polisi hingga ke persidangan ini, ujar Rozi Juliantono yang menambahkan saksi korban menyatakan hasil tes urine di RSUD Depok tanggal 20 Juli 2020 dinyatakan bebas narkoba berdasarkan Surat Keterangan Bebas Narkoba Nomor : 4452/26291/VII/2018, tanggal 20 Juli 2018 yang dikeluarkan RSUD Kota Depok.

Kemudian terdakwa mengeluarkan surat Nomor : 160/DPC-03/VI/B.1/VI/2019 perihal permohonan pencabutan keanggotaan PKB bahwa Saksi Korban telah melanggar AD/ART Partai PKB dan Peraturan Perundangan-Undangan yang ada hasil Lab dari RSUD Kota Depok dengan hasil yang bersangkutan adalah positif mengkonsumsi Narkoba jenis Benzodiazepin.

Dampak dari pernyataan terdakwa di media lokal Depok tersebut, nama baik saksi korban di tengah-tengah masyarakat sangat dirugikan. Selain itu, anak dan isteri saksi korban turut menderita akibat berita yang berkembang di tengah-tengah masyarakat tersebut. Sidang akan dilanjutkan minggu mendatang untuk meminta sejumlah keterangan saksi lainnya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *