oleh

Sidang Perdana Bos Galian C Ilegal Asal Desa Gemulung

POSKOTA.CO – Rabu, (9/9/2020), Akhmad Santoso Bin Kasri Supeno didakwa bersalah melanggar dakwaan melakukan penambangan galian C tanpa ijin alias ilegal sebagaimana di maksud Pasal 35 yaitu Ijin Usaha Pertambangan (IUP), atau Ijin Pertambangan Rakyat (IPR), dan di ancam pasal 158 UU RI No. 3 tahun 2020 tentang perubahan UU No. 4 Tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara (Minerba) Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-2 KUHPidana.

Dakwaan Kedua, bersama saksi Akhmad Solikhin di dakwa melakukan Penambangan Tanpa Ijin sebagaimana dimaksud Pasal 3 tahun 2020 yaitu Ijin IUP dan IPR. Dengan Barang Bukti berupa : 2 Unit DUMP TRUCK, 1 Unit Excavator, 1 Buah Handphone Merk OPPO dan alat bukti lain yang berkaitan dengan aktivitas penambangan.

Dalam sidang perdana Perkara Pidana Melalui Teleconference atau jarak jauh, dengan Nomor Perkara 177/Pid.Sus/2020/PN Jpa, yang di pimpin oleh Hakim Ketua Veni Mustika E.T.O, S.H., MH., Hakim Anggota 1 Radius Chandra, S.H.,MH., Hakim Anggota 2 Tri Sugondo, SH. dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irvan Surya Hartadi, SH. Sedangkan Panitera Pengganti Edy Wasito Ardisuyatno, SH., Dan Juru Sita Didik Setiawan.

Dengan agenda sidang adalah hari ini mendengar dakwaannya yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irvan Surya Hartadi, SH.
(timjateng)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *