oleh

Setelah Jalani Pemeriksaan, KPK Akhirnya Tahan Mantan Bupati Bogor

POSKOTA. CO – Setelah menjalani pemeriksaan, mantan Bupati Bogor, periode 2008-2018 Rachmat Yasin akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penahanan itu atas dasar bukti-bukti yang menguatkan komisi anti rasuah itu dalam tindak pidana gratifikasi dan pemotongan dana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) senilai kurang lebih Rp8,9 miliar saat masih menjabat sebagai Bupati.

Penahanan RY, sapaan akrab Rachmat Yasin itu sebelumnya, KPK terlebih dulu memanggil kakak kandung dari Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin periode 2018-2023 tersebut pada Kamis (13/8/2020) siang.

Penahanan RY itu disiarkan langsung melalui streaming youtube channel KPK pada Kamis (13/8/20) malam.

Dalam kasus RY kali ini, ia diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah sekitar Rp8,9 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Bupati dan kebutuhan kampanye pilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada tahun 2013 dan 2014.

Kemudian, dirinya juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta.

Dimana, gratifikasi tanah diduga diberikan oleh seorang pemilik tanah untuk memuluskan perizinan lokasi pendirian pondok pesantren.

Selain itu, gratifikasi mobil diduga berasal dari pengusaha yang memegang sejumlah proyek di Kabupaten Bogor.

Rachmat Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kasus ini juga, merupakan pengembangan dari kasus suap terkait dengan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat pada tahun 2014 yang juga melibatkan dirinya.

Dalam kasus itu, Rachmat Yasin divonis bersalah dan dihukum penjara selama 5 tahun 6 bulan. Ia telah selesai menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin dan bebas pada Mei 2019 lalu.

Namun, setelah bebas ia kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (tim/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *