oleh

Setelah Djoko Tjandra Ditangkap, Kapan Harun Masiku Diciduk

POSKOTA.CO – Setelah Djoko Tjandra berhasil ditangkap Bareskrim Polri, kini pihak KPK pun timbul keyakinan buronan Harun Masiku juga akan diciduk. Pengejaran terhadap tersangka kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW) terus dilakukan.

Keyakinan itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata. “Harun Masiku terus kita buru,” kata Alex, Kamis (30/7). Meski belum membuahkn hasil, namun pihak KPK punya keyakinan dengan dibantu Polri buronan Harun Masiku pasti tertangkap. “Harun Masiku dapat tertangkap mengingat kita dibantu jajaran kepolisian,” ujarnya.

Menurut Alex, pihaknya sudah berkoodinasi dengan Polri dan Harun Masiku sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” tegasnya. Sebab, pengejaran terhadap buronan Harun Masiku bukan hanya KPK saja yang mengejar, kini dibantu Polri.

Dijeladkan Alex, sekarang Polri pun membantu KPK untuk menangkap buronan yang juga sama licinnya dengan Djoko Tjandra. “Ya, tinggal tunggu waktu saja,” kata Alex lagi.

Djoko diapit petugas

Pihak KPK lanjut Alex masih meyakini Harun Masiku masih berada di dalam negeri. Atas dasar itu, KPK masih mempertimbangkan pengajuan red notice kepada eks Caleg PDIP ini. “Belum meminta interpol untuk memberikan red notice menangkap yang bersangkutan. Tapi masih kita meminta pada pihak Polri dengan surat DPO untuk membantu KPK menangkap yang bersangkutan,” imbuhnya.

Dalam kasus dugaan suap Harun Masiku pihak KPK telah menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan ke dalam penjara karena diduga menerima suap terkait penetapan anggota DPR-RI terpilih tahun 2019-2024.

Selain Wahyu, KPK juga mengirim tiga orang lainnya ke dalam penjara, yakni sebagai penerima mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga orang kepercayaan Wahyu, yakni Agustiani Tio Fridelina sebagai pihak pemberi mantan Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp 900 juta. Imbalannya Harun akan ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *