oleh

Sebanyak 40 Adegan Rekonstruksi Pemerkosaan hingga Akhirnya OR Meninggal

POSKOTA.CO – Jajaran Reksrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polsek Pagendagan melakukan rekontruksi kasus pemerkosaan terhadap remaja OR, 16, yang dicekoki pil exsimer dan akhirnya meninggal dunia setelah dirawat dirumah sakit oleh delapan orang pelaku.

“Ada sekitar 40 adegan yang dilakukan oleh tujuh pelaku terhadap almarhum OR mulai dari proses pertemuan dan chatting melalui media sosial face book oleh sang pacar FF hingga terjadi pemerkosaan beramai di salah satu rumah pelaku di Kampung Cihuni, Pagendagan,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono didampingi Kapolsek Pagedangan AKP Efri, Rabu (24/6).

Sebetulnya kegiatan rekostruksi sudah dilakukan Senin (21/^0 oleh enam pelaku dengan 37 adengan namun kemarin satu pelaku yaitu DR alias D berhasil ditangkap di Sumedang, Jabar oleh petugas dan akhirnya dilanjutkan kegiatan tersebut dan mencatat ada 40 adengan.

Dalam kegiatan tersebut terungkap bahwa FF yang juga pacar korban OR adalah pelaku pertama yang melakukan pemerkosaan terhadap OR baik ditanggal 10 April maupun 18 April 2020 kemudian ke tujuh rekan lainnya mengikuti. Aksi bejat itu dilakukan setelah korban OR memimum tiga butir pil exsimer hingga kondisi mabuk serta tidak berdaya.

Menurut dia, saat rekontruksi terungkap aksi pemerkosaan atau menyetubuhi korban dilakukan secara terus menerus bergiliran tanpa jeda waktu hingga korban tidak berdaya. “Rekontruksi itu dilakukan tertutup,” ujarnya.

Seperti diketahui kasus itu bermula saat korban OR, 16, warga Pondok Jagung, Serpong Utara hampir satu bulan lebih trauma dan harus dirawat dirumah sakit setelah diperkosa oleh pacar dan kelompok rekan lainnya. Selama satu setengah bulan dirawat akhirnya 13 Juni 2020 lalu meninggal dunia dannkasusnya kemudian dilaporkan ke Mapolres Tangsel dan Polsek Pangedagan.

Setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan akhirnya petugas berhasil menahan enam pelaku kemudian satu pelaku diamankan di Sumedang, Jabar serta satu lagi yaitu R masih dalam pengejaran petugas. Polisi menjerat 8 tersangka dengan pasal 81 subsider pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *