oleh

Satpam Ditembak Kakinya karena Bawa Lari 21 Ponsel

POSKOTA.CO – Seorang satpam PT Gadai Indonesia Ciledug, Abu Bakar (22), ditembak kakinya oleh tim Resmob Polres Metro Tangerang. Tindakan tegas diberikan lantaran Abu diduga kuat sebagai otak perampokan dan membawa lari 21 telepon seluler(ponsel) dikantornya sendiri.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Sugeng Haryanto menjelaskan, Aksi perampokan dilakukan Abu pada Kamis (20/8/2020). Bermula ketika Abu menyamar sebagai teknisi untuk memasang alarm di PT Pusat Gadai Indonesia yang berlokasi di Jalan Maulana Hasanudin, Batuceper, Kota Tangerang. “Tersangka mengaku diutus dari kantor pusat,” ungkapnya didampingi Kasat Reskrim AKBP Burhanuddin.

Tak curiga, karyawan kantor pegadaian kemudian mempersilahkan Abu masuk dan mengantar ke gudang belakang kantor pusat gadai itu. Ditempat itu, Abu langsung melumpuhkan karyawan dengan modal pistol mainan dan golok. “Setelah di dalam, tersangka malah menodongkan senjata tajam ke karyawan. Pelaku juga membekapnya dan menyeretnya sambil menodongkan senjata api yang kami duga mainan, sehingga korban ketakutan,” ujar Sugeng.

Setelah melumpuhkan beberapa karyawan, pelaku kabur membawa lari 21 ponsel genggam dan satu unit laptop. Pada saat kabur keluar, aksi pelaku sempat terpegok warga sehingga dia kembali mengeluarkan senjata api yang diduga mainan.

Berdasarkan keterangan para saksi dan rekaman CCTV, pelaku teridentifikasi identitasnya. Dia adalah Abu bakar, Satpam kantor Pegadaian cabang Ciledug.

Mendapat petunjuk berharga, tim buser di pimpin Kanit Resmob Iptu Prapto Lasono tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meringkus Abu Bakar. Pria 22 tahun itu disergap di tempat persembunyiannya di Kampung Benda, Kresek, Kabupaten Tangerang. “Pelaku terpaksa kami bedil kakinya karena melawan saat Kami sergap,” tegas Prapto menambahkan.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan, Abu Bakar mengaku merampok karena sakit hati tidak dikasih pinjaman uang oleh atasannya. Ia memilih merampok kantor Pegadaian di Batuceper karena lokasinya dekat dengan rumahnya.

“Saya sakit hati karena atasannya Saya tidak mau meminjamkan uang untuk berobat Ibu Saya,” kata Abu yang mengaku hanya dapat keuntungan 900 ribu dari hasil kejahatannya karena banyak HP yang dibawa tercecer di lokasi kejadian.

Atas perbuatannya tersangka kini harus mendekam dibalik jeruji besi. Abu dijerat dengan pasal 365 KUH pidana yang ancaman hukumannya diatas lima tahun. (Imam/oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *