oleh

Rumah Lantai Dua ‘Disulap’ Jadi Ladang Ganja, Modus Tanam Cabai

POSKOTA.CO – Puluhan pohon ganja ditemukan tumbuh subur di ladang berukuran 5×3 meter di lantai 2 rumah, bertempat di Kampung Poncol, RT 04 RW 01, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Sebanyak 47 pohon ganja yang ditanam Syamsiar (38), pemilik rumah dan adik kandungnya Wawan (35) itu ditemukan Polsek Ciledug pada Senin (31/8/2020).

Belakangan diketahui ladang ganja rumahan yang dibangun sejak Maret 2020 ini sudah berkali-kali panen tanpa terendus pihak kepolisian.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Sugeng Hariyanto mengatakan, pengungkapan ladang ganja rumahan ini bermula dari penangkapan dua orang tersangka yakni Iman (21) dan Zakaria (15) di Jalan Ar Rahman, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Aparat polisi menyisir empat yang dijadikan ladang ganja. (imam)

“Kami mendapat informasi bahwa di lokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Kemudian kami berhasil menangkap dua orang pelaku saat transaksi ganja,” katanya di lokasi ladang ganja rumahan, Senin (31/8/2020) siang.

Dari tangan dua pemuda itu, lanjut Sugeng, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 15 gram daun ganja basah. “Kemudian dikembangkan dari yang bersangkutan mendapatkan barang ini dari Syamsiar. Sampai akhirnya kita bisa ungkapkan adanya 47 pohon ganja,” imbuh Sugeng.

Dari ladang ganja rumahan tersebut, polisi juga mengamankan bibit ganja dan beberapa batang pohon ganja yang dipanen. Polisi juga kini tengah memburu Wawan, adik Syamsiar yang juga merupakan pemilik rumah.

“Memang sudah ada yang dipanen dan dijual. Ada juga beberapa pohon ganja yang sudah dipotong. Kita tidak tahu sudah berapa kali panen,” ungkap Sugeng.

Lantai dua rumah yang jadikan ladang ganja. (imam)

Lanjut Sugeng, dalam menjalankan bisnis haramnya, Syamsiar mengaku menjalankan modusnya dengan kedok menanam cabai.

“Jadi masyarakat di sini tidak mengetahui ada aktifitas budidaya ganja, karena tersangka ini modus nya menanam cabe dan ini oleh mereka hasil panen cabai diberikan ke warga sekitar. Jadi masyarakat disini tidak paham betul jadi dipikir lokasi ini merupakan ladang cabe,” pungkas nya. (imam/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *