oleh

Reka Ulang Penembakan, Sudianto Baru Jatuh pada Letusan kelima

POSKOTA.CO–Penyidik Polda Metro Jaya menggelar peragaan ulang kasus penembakan pengusaha pelayaran Sudianto (51), di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para tersangka memperaga ulang adegan detik-detik penembakan korban di depan Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (25/8).

Rekonstruksi digelar di lokasi penbakan, yakni depan Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading. Peragaan ulang oleha para tersangka dipimpin Kapolres Jakarta Uatara Kombes Sudjarwoko, Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasat Reskrim Polres Jakut Kompol Wirdhanto Hadicaksono, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Noor Marghantara dan Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Herman Edco Simbolon.

Dalam peragaan ulang terdengar 5 kali letusan senjata api menggunakan senjata api peluru hampa. Tembakan yang dilepaskan tersangka dalam peragaan ulang tidak ada proyektil yang keluar dari senjata dan hanya terdengar letusan senjata.

Tersangka Dikky Mahfud (50) selaku eksekutor memperagakan adegan menembak korban sebanyak 5 kali. Pada tembakan kelima korban pun terjatuh dan akhir tewas di lokasi.

Diketahui, tersangka Mahfud mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali ke arah korban yang sedang berjalan kaki. Dalam aksinya itu, Dikky Mahfud menggunakan satu tangan.

Tembakan pertama meleset dan mengarah ke atas. Sedang tembakan kedua hingga keempat yang dilepaskan Dikky Mahfud punggung korban, tapi korbannha belum juga terjatuh.

Pada tembakan kedua tersangkan menggunakan dua tangan agar tidak meleset lagi. Tembakan kedua ke arah punggung korban, tembakan ketiga ke arah punggung dan tembakan keempat juga kd punggung korban dari jarak dekat.

Karena korbannya sudah empat kali ditembak belum juga jatuh, tersangka Dikky Mahfud kembali melepaskan kenpunggung korban. Tembakan kelima akhirnya membuat korban ambruk dan tewas di lokasi kejadian.

Untuk diketahui, peristiwa penembakan yang merenggut nyawa Sudianto terjadi pada Kamis (13/8) pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang.

Dalam kasus penembakan ini tercatat ada 12 tersangka yang terlibat dan diamankan polisi. Penembakan ini diotaki tersangka Nur Luthfiah juga karyawati korban. Nur Luthfiah membayar eksekutor untuk membunuh korban dengan alasan sakit hati dan takut dilaporkan ke polisi karena menggelapkan uang pajak perusahaan milik korban.(Omi/oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *