oleh

Polres Ungkap Bahan Narkoba Asal Belanda Produksi Bogor

BOGOR – Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor Berhasil mengungkap jaringan produsen dan pengedar tembakau sintetis di Bogor.

Produksi rumahan atau Home Industry narkoba ini, oleh pelaku lalu di jual secara online melalui media sosial.

Penangkapan ini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor bersama pihak Bea Cukai Soekarno Hatta, di Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy didampingi Kasat Narkoba, AKP Eka Candra dan Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan mengatakan, pengungkapan Home Industry tembakau sintetis ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai dengan adanya peningkatan jumlah kiriman paket yang berisikan bahan kimia dari Negara Belanda.

Setelah dilakukan pengujian diketahui bahwa paket bahan kimia yang dikirim dari negara Belanda tersebut mengandung bahan Narkotika Golongan 1.

Petugas Bea Cukai lalu berkoordinasi dengan Polres Bogor, karena alamat tujuan penerima di Kabupaten Bogor.

Kapolres lalu memerintahkan Kasat Narkoba untuk bersama tim Bea Cukai melakukan penyelidikan. Hasilnya, tiga orang pelaku diamankan.

“Saat ini kami telah menangkap produsen dan pengedar tembakau sintetis. Pengungkapan ini, hasil kerjasama dengan pihak Bea Cukai Soekarno Hatta,”kata AKBP Roland Jumat malam.

Tiga pelaku ditangkap pada Kamis malam. Inisial tiga pelaku yakni, AR (20), MZ (21) dan AI (25).

Selain pelaku, petugas juga mengamankan  barang bukti berupa 5 Kilogram tembakau sintetis siap edar, 54 gram biang tembakau sintesis yang didapat pelaku dari Belanda yang dipesan secara online.

Menurut AKBP Roland, 54 gram biang sintesis tersebut, sudah siap edar. Lalu 1 buah kompor gas, 2 buah tabung kecil, 4  botol alkohol, 1 buah alat press, 1 buah timbangan digital, 25 plastik pembungkus paket tembakau sintesis, dan 5 lembar stiker hologram.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 113 ayat (2) dan atau,114 ayat  (2) dan atau 112 ayat (2) UU RI  No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 1 Daftar Narkotika No. urut 88 Permenkes RI No.5 Tahun 2020 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda pidana minimal Rp1 milyar. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *