oleh

POLISI SOLO SALAH TANGKAP, DISELESAIKAN MABES POLRI

borgol2POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Kombes Pol Iriansyah menyatakan bahwa kasus salah tangkap yang ditanyakan oleh masyarakat di Kampung Banyuharjo RT 3 RW VIII Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, sudah diselesaikan oleh Mabes Polri.

Pihaknya menanggapi laporan masyarakat soal kasus salah tangkap terhadap Tukimin alias Kadir (42) warga setempat itu, setelah dimintai keterangan kemudian dikembalikan kepada keluarganya, katanya di Solo, Rabu.

“Masalah itu, katanya sudah selesai, setelah dia ditangkap yang bersangkutan beberapa jam kemudian dikembalikan ke rumahnya. Keluarga yang bersangkutan juga sudah menerima dalam keadaan sehat,” kata Kapolresta.

Tukimin alias Kadir memang salah tangkap, tetapi dia sudah dikembalikan oleh petugas dari Mabes Polri, dalam keadaan sehat.

Ia menjelaskan, secara normatif bahwa penugasan Polresta Solo lingkupnya wilayah Kota Solo, Polda Jateng se-Jateng, sedangkan Mabes Polri lingkupnya se-Indonesia.

Namun, kata Kapolresta, jika ada pihak yang merasa dirugikan atau korban dapat mengajukan tuntutan sesuai norma hukum KUHAP. Menurut dia, pihak keluarga jika merasa keberatan dapat mengajukan tuntutan melalui mempraperadilankan. Polresta siap memfasilitasi korban jika akan mengajukan keberatan kepada Mabes Polri.

Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Kelurahan Gandekan, Al Munawar, menjelaskan, dengan adanya penjelasan dari pihak kepolisian tersebut menjadi titik terang warga Gabdekan, soal kasus salah tangkap tersebut.

Namun, warga cukup prihatin dan kecewa atas tindakan tersebut. Mereka meminta ada pertanggung jawaban dari pihak kepolisian untuk mengembalikan nama baik korban dan kampungnya.

“Kami hanya ingin pembersihan nama Kampung Gandekan. Hal ini, diharapkan tidak terulang lagi salah tangkap,” katanya.

Namun, Kadir setelah ditangkap dan diinterograsi apakah terlibat kasus pembunuhan polisi di Poso oleh anggota Mabes Polri. Dia langsung dilepaskan dan dikelmbalikan ke rumah.

Kadir mengaku ikhlas dengan kejadian tersebut, karena informasi dari tetangganya dia sudah diberikan uang sebesar Rp900 ribu.

Sementara Tukimin alias Kadir (42) warga RT 03/RW VIII Kampung Bangunharjo, Kelurahan Gandekan, Jebres Solo, dituduh terlibat kasus pembunuhan polisi di Poso. Kadir, kemudian diculik dan dianiaya di Jalan Martadinata atau depan Gedung Pancasila, Jumat (16/5), oleh dua orang tidak dikenal.

Menuru Lestari (44) kakak kandung korban, dirinya mendapat informasi kalau adiknya, yakni Tukimin alias Kadir ditangkap dua orang tak dikenal berpakaian warna hitam-hitam dengan mengendarai mobil Daihatsu Gran Max, saat dia hendak Shalat Jumat, sekitar pukul 12.00 WIB.

“Saya tidak tahu adik saya punya salah apa. Tukimin itu, kerjanya hanya mancing dan memelihara burung untuk dijual, bukan seorang yang dianggap teroris,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *