oleh

Polisi Serahkan Djoko Tjandra ke Kejagung, Langsung Dieksekusi Jalani Hukuman Dua Tahun

POSKOTA.C0 – Setelah 1×24 jam diperiksa di Bareskrim, pihak kepolisian menyerahkan buronan Djoko Tjandra kepada pihak Kejaksaan Agung, untuk kemudian dieksekusi menjalani hukuman dua tahun di Rutan Salemba sesuai dengan putusan Mahkamah Agung.

Penyerahan terpidana Djoko Tjandra diwakili Kejati DKI Jakarta dan dihadiri oleh pihak Kemenkumham serta kepala Rutam Salemba.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan Kejaksaan selalu eksekutor dalam kasus PK. “Terpidana kami Serahkan,” kata Sigit di Mabes Polri, Jumat malam, 31 Juli 2020

Menurut Sigit, eksekusi dilakukan ke Rutan di Mabes Polri, untuk memudahkan pihak Polri mengusut pelarian Djoko Tjandra, khususnya soal kasus surat jalan rekomendasi dan dugaan aliran dana.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung.

Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Namun pada Oktober 2008, Kejagung mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung.

Setelah tanggal 11 Juni 2009 Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa, selanjutnya Majelis hakim memvonis Djoko Tjandra 2 tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta.

Selain itu, uang milik Joko di Bank Bali sebesar Rp546,166 miliar dirampas untuk negara.

Sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkaranya, Djoko Tjandra kabur dari Indonesia ke Port Moresby Papua Nugini pada 10 Juni 2009, hinga Kejaksaan Agung menetapkan Djoko sebagai buronan.

Lebih dari 11 tahun nyaris tidak terdengar lagi, namun belakangan Djoko Tjandra membuat heboh kembali. Ia diketahui kembali masuk ke Indonesia untuk mendaftarkan PK ke PN Jakarta Selatan serta sempat membuat KTP DKI Jakara.

Bahkan sejumlah jenderal polisi dan aparat Pemda DKI Jakarta diduga terlibat dalam kasus Djoko Tjandra hingga mereka menerima sanksi tegas dari pimpinannya.

Sedangkan Djoko Tjandra berhasil ditangkap di Malaysia pada Kamis, 30 Juli 2020. (*/d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *