oleh

Polisi Periksa Sembilan Saksi Pengeroyokan Dua Pemuda di Kampung Loji Pasir Jaya

POSKOTA. CO – Dua orang menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan secara bersama-sama oleh sekelompok pemuda. Kasus penganiayaan disertai pengeroyokan dengan senjata tajam sesuai Pasal 170 jo pasal 351 KUHP dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 ini, kini dalam penyelidikan polisi.

Dari informasi yang diperoleh, kasus ini terjadi pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020 sekitar pukul 00.30 WIB.

Aksi koboi jalanan ini berlangsung di Jalan blok Cisaat, Kampung Loji, RT 01/09, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Dua orang yang menjadi korban dari aksi brutal ini diketahui bernama Alditia Nasution (29), karyawan swasta yang tinggal di Kampung Babadak, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor dan Gugum Gumelar (25), seorang mahasiswa yang tinggal di Kampung Banjar Waru, RT 02/05, Desa Banjar Waru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Guna mengungkap penyebab aksi koboi jalanan ini, polisi telah meminta keterangan dari sembilan orang sebagai saksi.

Para saksi Ahmad Yani, Bangun Aryo, Herul Nugraha, Resa Mahessa, Nanang Suryana, Ugan, Rafi, Indra Putra dan Fahrizal merupakan warga Desa Banjar Waru, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor yang ada di TKP saat kejadian berlangsung.

Selain meminta keterangan sembilan orang saksi, polisi juga menyita 1 senjata tajam jenis kujang dan pakaian korban yang terdapat bercak darah serta bekas tertusuk sebagai barang bukti.

Dari informasi yang di peroleh, kronologis kejadian bermula sekitar pukul 23.38 WIB, korban berangkat bersama delapan temannya dengan tujuan main ke Bukit Alas Bandawasa di Desa Pasir Jaya.

Rombongan yang menumpang motor ini tiba di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB. Saat tiba di pos penjagaan, Nanang, Herul dan Ugum serta Reza rekan korban berbicara kepada petugas jaga tiket.

“Bang maaf saya mau masuk, masuknya per orang berapa duit?,” tanya Nanang.

Oleh petugas jaga loket yang tidak diketahui namanya menjawab, “Maaf udah penuh. Kalau hari hari biasa, pagi, siang, sore bisa masuk dengan tiket per orang Rp20 ribu.

Nanang, rekan korban yang ingin masuk karena sudah menempuh perjalanan jauh, lalu berkata ke penjaga loket.

“Pengen masuk sekarang. Berapapun harga tiketnya saya bayar,” kata Nanang.

Namun permintaan Nanang tetap tidak di perbolehkan masuk oleh petugas jaga tiket karena penuh pengunjung.

Karena tak juga di ijinkan masuk, korban dan teman temannya beristirahat sekitar 15 menit di dekat pos tiket.

Nanang lalu kembali lagi ke pos jaga untuk kembali melakukan negosiasi. Namun kembali tetap tidak boleh masuk.

Negoisasi terakhir yang gagal ini dan ada gejala kurang baik, kemudian salah satu teman pelaku memanggil temannya yang berada di lokasi wisata Bukit Alas Bandawasa.

Teman teman korban yang berada di dalam area wisata, lalu turun. Penjagaan pos tiket diperketat kurang lebih 20 orang.

Usai jam kerja, korban dan temannya pulang. Saat putar balik kendaraan, Fahri, salah satu rombongan berbicara kepada para petugas jaga tiket dengan kata-kata “Ah Pelit Sia”.

Ucapan ini membuat tersinggung penjaga loket. Temannya yang berjaga di pos tiket mengejar rombongan ini dengan sepeda motor sambil berteriak dengan bahasa daerah setempat, sambil mengacungkan senjata tajam jenis Samurai.

Tepatnya di pinggir jalan blok Cisaat, Kampung Loji, motor Ugum terjatuh. Ia lalu di aniaya. Melihat temannya jatuh, Aldi dan Yani berusaha melerai. Namun saat melihat ada yang membawa senjata tajam, Yani melarikan diri.

Aldi yang masih terus berusaha melerai karena Ugum terus di keroyok lalu di tusuk. Ia lalu kabur. Namun baru beberapa meter terjatuh.

“Tolong saya tertusuk,”teriak Aldi meminta pertolongan temannya yang sudah pada kabur.

Dalam kondisi terluka, korban turun ke tempat aman di pemukiman warga. Ia di tolong warga dengan membawanya ke RSUD Ciawi untuk penanganan medis.

Sementara Ugum, rekannya yang juga terluka, dilarikan warga ke Puskesmas Cigombong untuk penanganan medis.

Rekan korban yang selamat dari pengeroyokan, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Pihak Polsek Cijeruk. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *