oleh

Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Ruang VVIP Rumah Sakit Swasta di Jakpus

POSKOTA.CO -Polisi menggerebek pabrik ekstasi di dalam Ruang VVIP  rumah sakit swasta di kawasan Salemba, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (19/08/2020). Dua orang berinisial AU (42) dan MW (36) diamankan berikut barang bukti berupa bahan baku ekstasi dan mesin pencetak berikut pil ekstasi siap edar.

Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, AKP Wildan, mengatakan penggerebekan pabrik estasi di rumah sakit itu bermula dari tertangkapnya seorang kurir ekstasi berinisial MW oleh jajaran Reskrim Polsek Sawah Besar.

“Ia kami mengamankan MW ketika mengantar ekstasi. Kasus kemudian kita kembangkan. Setelah diinterogasi polisi, MW mengaku mendapatkan ekstasi tersebut dari seorang narapidana berinisial AU yang berada di dalam Lapas Salemba yang saat ini menjalani perawatan rumah sakit ,”kata Wildan.

MW sendiri merupakan kurir dari tersangka AU. AU merupakan salah satu napi Salemba kasus narkoba atas kepemilikan 15 ribu butir ekstasi dan dia dipenjara selama 15 tahun dan baru menjalani 2 tahun masa tahanan.

Tersangka AU selama menjalani kurungan dia mengeluhkan sakit lambung. Oleh pihak lapas kemudian dirujuk perawatan oleh pihak Lapas Salemba ke Rumah Sakit AR Salemba untuk menjalani perawatan.

Namun, selama dirawat ia membuat pabrik estasi. Padahal selama menjalani perawatan ia dijaga empat sipir. “Anehnya, saat digerebek, di luar ruangan tersangka AU justru terdapat penjagaan ketat oleh 4 orang sipir Lapas Salemba,” katanya.

Penggerebekan ini berdasarkan info dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan terhadap AU di ruang VVIP dimana tersangka menjalani perawatan. Saat digerebek itu petugas menemukan ekstasi sudah jadi, alat cetak ekstasi, pewarna, hp dan perangkat pencetak ekstasi dari serbuk menjadi butiran.

Dalam membuat ekstasi ini keahlian nya AU diberikan kepada MW. Setelah 2 bulan produksi ekspansi dari RS , tersangka AU sudah meraup keuntungan senilai Rp 140 juta.

Sementara itu Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Pusat AKBP Afandi menambahkan, tersangka AU mendapatkan bahan baku dari pemesanan online.

“Saat ini kami terus mengembangkan, 4 sipir masih diperiksa. Dokter yang merawat tersangka, suster kepala dan suster perawatnya akan kita periksa hari jumat besok,” tambahnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 113 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kasus masih dalam penyelidikan Polsek Sawah Besar dan Polrestro Jakarta Pusat untuk memburu sindikat narkotika lainnya di dalam Lapas Salemba, Jakarta. (wandi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *