oleh

Polisi Gerebek Klinik Aborsi di Cikini, 17 Orang Diamankan Termasuk Dokternya

POSKOTA.CO – Klinik aborsi di Jalan Raden Saleh, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat digerebek Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Dalam pengerebekan ini sebanyak 17 orang yang terdiri dari dokter hingga pengelola klinik diamankan dan mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus pengrebekan Klinik aborsi ini bermula dari terbongkarnya kasus pembunuhan warga negara asal Taiwan, Hsu Ming Hu (52 tahun) oleh sekretaris pribadinya berinisial SS (37) beberapa waktu lalu. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan ini SS mengaku dihamili dan disuruh oleh korban untuk menggugurkan kandungannya.

“SS ini kepada polisi mengaku bahwa ia pergi ke Klinik Dr. SWS, Sp. OG untuk melakukan aborsi. Bermula dari kasus pembunuhan WNA Taiwan di Bekasi yang berhasil kita amankan beberapa tersangka, masih ada 2 DPO sebagai eksekutor. Dan tersangka SS menggugurkan kandungannya di Klinik tersebut, “kata Yusril di Polda Metro Jaya Selasa (18/8/2020)

Berbekal informasi inilah petugas langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan. Setelah dinyatanya terbukti akhirnya petugas menggerebeknya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menambahkan, klinik tersebut telah beroperasi selama lima tahun. Namun, berdasarkan data-data yang disita petugas, dalam kurun waktu satu tahun terakhir tercatat ada 2.638 pasien yang mendatangi klinik tersebut.

“Terhitung mulai Januari 2019 hingga 10 April 2020, klinik ini tercatat memiliki 2.638 pasien. Di klinik tersebut dalam sehari, mampu menangani lima hingga tujuh pasien untuk melakukan aborsi. Tarif yang dikenakan pun berbeda-beda, tergantung usia janin yang akan digugurkan,” kata Tubagus Ade Hidayat.

Menurutnya, dalam pengungkapan klinik aborsi ini, pihaknya menangkap 17 orang dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari tiga orang dokter, satu bidan, dua perawat, dan empat orang berperan sebagai pengelola klinik yang memiliki tugas untuk negosiasi, penerimaan pasien dan pembagian uang.

Selain itu ada empat orang yang memiliki tugas untuk antar-jemput pasien, membersihkan janin yang telah digugurkan, menjadi calo, dan membelikan obat. Terakhir, ada tiga orang yang melakukan aborsi (ibu dan ayah janin, serta calo). Semuanya ada 17 tersangka yang kita amankan.

Di lokasi petugas menyita sejumlah barang bukti dari klinik itu. Di antaranya, berbagai macam alat praktik kedokteran, obat-obatan hingga uang tunai senilai Rp 51 juta.

Tubagus juga menambahkan kalau klinik tersebut legal di klinik tersebut juga melayani berbagai jasa konsultasi dan penanganan kandungan. Namun, klinik itu melanggar aturan lantaran membuka jasa aborsi yang tidak sesuai aturan.

“Dokter-dokter yang ada di klinik tersebut merupakan dokter spesialis kandungan sehingga klinik ini bukan hanya klinik aborsi, tapi klinik dalam rangka penanganan kandungan, seperti pemasangan KB, pengecekan kandungan dan lain-lain, tetapi di samping melakukan pengobatan juga melakukan praktik aborsi,” jelas Tubagus. (wandi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *