by

Pers Harus Memahami Triminologi Ilmu Hukum

Read Time:2 Minute, 42 Second

POSKOTA.CO – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 yang dipusatkan di kawasan perkantoran Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (8/2/2020), Presiden Joko Widodo menjelaskan, bahwa ekosistem dan industri pers harus berjalan dengan sehat, dan terlindungi agar masyarakat dapat terus menerima kualitas informasi yang baik.

Dalam kesempatan itu juga Presiden Joko Widodo juga menegaskan, bahwa negara membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan berdemokrasi.

Presiden Joko Widodo meminta, kepada insan pers untuk tetap berjuang demi kemaslahatan bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa, serta mewujudkan agenda Indonesia maju.

Dalam kesempatan ini juga Dekan Fakultas Hukum UKI Hulman Panjaitan SH, MH mengatakan, pers sebagai salah satu lembaga atau corong yang memberikan informasi kepada masyarakat karena itu sudah dilindungi oleh UU, dia adalah orang yang independen yang diberi kewenangan untuk memberitakan sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik atau fakta.

Tetapi dalam praktek, ujar Hulman, sering sekali bahwa pemberitaan media atau pers itu tidak sepenuhnya memberikan pembelajaran yang benar kepada masyarakat. Khususnya di segi hukum, kenapa, kata Hulman, katakan demikian, bahasa hukum itu tidak sepenuhnya dikuasai oleh pers pada saat memberikan pesan terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Salah satu contoh, kalau seorang pers mengikuti suatu proses di pengadilan pada saat sidang pertama, pada saat pembacaan dakwaan misalnya, bahwa tersangka didakwa pasal sekian dan diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun. Oleh teman-teman pers itu sudah diberitakan bahwa tersangka diputus dijatuhi hukum 10 tahun.

“Inikan masih pembacaan putusan. Ini bukan vonis. Nah jadi harusnya, jangan disampaikan pers pada saat persidangan pertama itu bahwa si terdakwa sudah dijatuhi hukum 10 tahun, itu baru ancaman hukuman. Yang tercantum dalam dakwaan. Proses persidangan saja belum, apa lagi putusan. Itu yang terkadang keliru disampaikan oleh pers,” kata Ketua Ikatan Alumni Pascasarjana UKI kepada POSKOTA.co, Jumat (14/2/2020).

Untuk itu, Hulman meminta, agar pers harus memaknai betul trimenologi ilmu hukum yang dipakai sehari-hari dalam masyarakat. Selain itu Hulman menjamin, bahwa dunia pers masih dunia yang independen. Bebas dan tidak akan pernah memihak. Karena itu adalah corong atau merupakan alat pemerintah untuk menyampaikan pesan dari pemerintah terhadap peristiwa-peristiwa yang sesuai dengan sesungguhnya.

“Jadi mitra sesungguhnya, pers, tapi bila mitra itu betul-betul dapat menjalankan tugas profesional citra dan tidak menyampaikan pesan yang keliru, tolong dipahami bahasa hukumnya,” pintanya.

Hulman Panjaitan berpandangan, khusus untuk hukum itu sesungguhnya perlu pemahaman serius terhadap Dewan Pers bahasa hukumnya. Kalau yang lain tugas pelaksanaan pers sudah ada kaidah-kaidah jurnalistik artinya, yang harus dipenuhi dan dipedomani. Sehingga pers tidak keluar dari kaidah-kaidah jurnalistik yang sudah digariskan oleh kode etik.

“Kalau itu dijalankan, sampai sejauh ini saya melihat pada umumnya, saya belum menemukan pers yang keluar dari kaidah-kaidah itu kecuali, mungkin kurang pemahaman terhadap triminologi hukum tadi. Jadi sekali lagi, peran pers itu sangat di butuhkan untuk memberikan pemahaman atau menyampaikan informasi kepada masyakarat,” katanya.

Ke depan untuk insan pers, Hulman berharap, bekerjalah profesional, artinya termasuk penguasaan bahasa hukum yang benar-benar corong dalam pemberi pesan atau memberi pesan kepada masyarakat.

“Nah dalam menjalankan tugas profesionalnya tetap berpedoman kepada nilai-nilai atau kode etik jurnalistik, karena itu sudah ada rambu-rambunya di sana yang di UU pers,” tutupnya. (parulian tambun)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini