oleh

Pengusaha Perhotelan di Bali Ditangkap setelah Setahun Buron

POSKOTA.CO – Setelah satu tahun buron pengusaha hotel di Bali, Hartono Karjadi dalam kasus dugaan pemberian keterangan palsu dalam akta otentik yang dilaporkan oleh kuasa hukum.Tommy Winata (TW).

Hartono ditangkap penyidik Ditreskrimum Polda Bali pada Kamus (3/9) malam setelah dideportasi dari Hongkong karena melanggar aturan keimigrasian. Pemilik Hotel Kuta Paradiso ini dijemput penyidik Polda Bali di Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Bali, Kombes Yuliar Kus Nugroho, membenarkan pihaknya menangkap Hartono yang selama ini menjadi buronan Polda Bali. “Ya, ditangkap Kamis malam,” kata Kombes Yuliar, Jumat (4/9).

Nama Hartono Karjadi juga masuk dalam red notice Interpol. Dalam persembunyiannya di Kongkong, Hartono diketahui pihak imigrasi negara itu bahwa dia melanggar aturan keimigrasian di Hongkong. Pihak.Imigrasi Hongkong mengetahui, izin tinggal Hartono telah overstay sehingga pemerintah Hongkong mendeportasi Hartono ke Tanah Air.

Sebelumnya Hartono Karjadi ditetapkan sebagai DPO oleh Polda Bali sejak Maret 2019. Dalam kasus ini, Polda Bali pada 31 Juli 2019 telah menangkap adik Hartono Karjadi bernama Harijanto Karjadi.

Adik kandung Haryono itu ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia di Bandara Malaysia. Harijanto ditangkap ketika hendak terbang ke Hongkong. Kesokan harinya, Kamis (1/8) Harijanto langsung diterbangkan pulang ke Indonesia, Kamis (1/8). Harijanto telah ditetapkan sebagai DPO sejak 13 September 2019.

Kasus ini berawal dari laporan kuasa hukum TW ke Polda Bali. Hartono Karjadi dilaporkan bersama adiknya Harijanto Karjadi dengan nomor laporan LP/74/II/2018/SKPT/Polda Bali tanggal 27 Februari 2018. Dalam laporan itu, Hartono diduga memberikan keterangan palsu dalam akta otentik dan atau penggelapan dan atau pencucian uang.

Keduanya dikenakan Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, 4, dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya Haryono sempat dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Denpasar. Namun Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar yang melepaskan pengusaha Harijanto Karjadi. MA menyatakan Harijanto terbukti memalsukan surat sehingga merugikan pengusaha Tomy Winata (TW) dan dihukum 2 tahun penjara.

Awalnya TW membeli hak piutang PT Geria Wijaya Prestige (GWP) dari Bank CCB Indonesia. Bank CCB diketahui merupakan salah satu bank konsorsium yang mengambil alih piutang dari Bank Multicor yang sempat memberikan utang ke PT GWP untuk pembangunan Hotel Kuta Paradiso

Dalam hal ini, TW membeli piutang PT GWP senilai USD 2 juta dari Bank CCBI seharga Rp 2 miliar. Salah satu alasan TW membeli piutang karena dia kenal dengan Harijanto

Belakangan, utang-piutang itu bermasalah dan Harijanto ternyata mengalihkan saham yang menjadi jaminan utang kepada adiknya, Sri Karjadi. Pengalihan saham itu dilakukan dengan memalsukan sejumlah akta otentik. Merasa dirugikan, TW mempolisikan Harijanto Karjadi.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *