oleh

PDIP Apresiasi Kinerja Polisi Tangkap Terduga Pelempar Bom Molotov

POSKOTA. CO – Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap dan menangkap terduga pelaku pelemparan bom molotof ke Kantor PAC PDI Perjuangan.

BBHAR selaku badan hukum partai banteng moncong putih, akan mengawal proses hukum kasus ini pasca tertangkapnya pelaku.

Ketua BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Gregorius B Djako mengapresiasi kerja keras kepolisian atas penangkapan terduga pelaku penyerangan dengan bom molotov ke kantor sekretariat PAC PDI Perjuangan Megamendung dan Cileungsi Kabupaten Bogor.

Gregorius menegaskan, informasi terkait penangkapan beberapa anggota ormas tertentu pada (Kamis,20/8) yang lalu yang di rilis Polda Jabar, sangat memenuhi rasa keadilan.

“PDI Perjuangan menentang berbagai bentuk teror. Pelemparan bom molotov adalah tindakan pengecut, dan memiliki motif ideologis. Serangan ke kantor PAC tersebut adalah serangan atas demokrasi, serangan terhadap kemanusiaan, dan serangan atas tatanan kehidupan masyarakat yang mendambakan hidup tenteram. PDI Perjuangan sangat kokoh di dalam memegang teguh Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI, dan kebinnekaan Indonesia. Oleh karena itu segala tindakan yang menjurus kepada merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara harus diberantas dan upaya Polisi mengungkap kasus ini perlu di apresiasi,”kata Gregorius Senin (24/8).

Untuk itu, Gregg, sapaan akrab Gregorius menegaskan, PDI Perjuangan sebagai korban, meminta kepada masyarakat untuk menghormati seluruh proses hukum yang sedang dijalankan di kepolisian.

“Polisi sudah menangkap para terduga pelaku teror bom molotov. Oleh karena itu sebagai badan bantuan hukum partai, kami akan mengawal proses hukum dalam kasus ini, baik di kepolisian maupun di pengadilan,”ujarnya.

“PDI Perjuangan sangat menghormati seluruh proses hukum yang di tempuh oleh kepolisian dan mengapresiasi kerja keras kepolisian dalam mengungkap kasus teror pelemparan molotov ini,”tambah Gregg yang juga Ketua Bidang Advokasi Peradi Kabupaten Bogor.

Polisi menurut Gregg perlu mendalami keterangan terduga pelaku terkait motif melempar bom molotov ke kantor PAC PDI Perjuangan.

Apakah motif ideologi, sakit hati karena PDI Perjuangan selalu menjadi partai terdepan dalam menjaga Pancasila dan NKRI atau justru tindakan teror untuk mencederai demokrasi.

PDI Perjuangan adalah partai pemenang pemilu yang menghormati seluruh proses hukum, dan sebagai pilar demokrasi tindakan melempar molotov adalah tindakan pengecut yang mencederai demokrasi itu sendiri.

Oleh karenanya menurut Gregg proses hukum atas kasus ini perlu di kawal dan pelaku perlu diproses secara hukum untuk memberikan rasa keadilan masyarakat dan memberikan efek jera kepada para pelaku untuk tidak melakukan tindakan – tindakan yang merugikan demokrasi. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *