oleh

Menolak Bayar Usai Tiduri PSK, Wartawan Mengaku Buser Ditahan Polsek Koja

POSKOTA.C0 – Mengaku wartawan media online, menolak membayar wanita pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur, usai menyetubuhinya beberapa kali.

Hendra Suari bin Sugiono, tersangka yang mengaku sebagai wartawan media online buseronlinews.com kini ditahan Polsek Koja.

Selain tidak mau membayar usai meniduri PSK tersebut, tersangka juga mengancam korbannya VMR, 14 tahun, dan berstatus pelajar ini dengan pistol Airsofgun.

Kapolsek Koja Jakarta Utara, Kompol Cahyono, menyatakan pelaku menjalankan aksinya di dalam kamar Pondok Idaman Simpang Lima Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakut pada Jumat, 26 Juni 2020.

Peristiwa bermula ketika korban menerima aplikasi me chat dari pelaku untuk diajak kencan. Setelah bertemu, keduanya masuk ke dalam kamar.

Pelaku sempat menawar tarif kencan kepada korban yang semula ditawarkan Rp300 ribu menjadi Rp250 ribu.

Menurutnya, usai berkencan pelaku meminta tambahan agar dilayani dengan gaya oral seks, permintaan pelaku dituruti korban.

Namun ternyata pelaku tidak bersedia membayar korban. Bahkan mengancam dengan menunjukan airsufgun yang mirip senjata api serta mengaku sebagai buser dengan tujuan agar pelaku tidak bayar.

Korban yang tidak tahan lalu meninggalkan pelaku dan melapor ke Polsek Koja sambil menangis.

Kepada petugas, cerita Cahyono, korban yang berstatus pelajar ini mengaku bekerja sebagai PSK.

“Anggota kaget dan menanyakan kenapa sampai terjerumus, katanya koran salau pergaulan,” cerita Kapolsek.

Sementara itu, dalam pemeriksaan, pelaku mengaku tidak mengetahui kalau korban masih anak di bawah umur. Sebab ketika berkenan dan saat kencan, ngakunya umur 21 dan badannya bongsor.

Pelaku Hendra, kepada penyidik juga mengaku bekerja sebagai wartawan di buseronline.com.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 pucuk senjata airsofgun warna hitam merk Baretta, 1 buah magazen, 16 butir ball bulet yang terbuat dari logam, 1 buah buku identas unit dari pemilik airsofgun dan 1 kartu anggota Satria Shooting Club.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1 junto Pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 1 ayat 1 UU RI Nomor 12 tahun 1951 tentang UU Darurat dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *