oleh

Kejagung Tingkatkan Kasus Penyelundupan Tekstil Batam dari Penyelidikan Menjadi Penyidikan

POSKOTA.CO – Kejaksaan Agung meningkatkan kasus dugaan korupsi importasi tekstil pada kantor Pelayanan Utama (KPU) Beacukai Batam dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Bersamaan dengah hal tersebut Kejagung kembali memeriksa 20 saksi dalam kasus tersebut diantaranya sejumlah pejabat Beacukai di KPU Batam serta pengusaha dalam bidang tektil.

“Kurang lebihnya ada 20 orang saksi yang kita periksa,” kata Kasubit Media Massa dan Kehumasan Kejaksaan Agung M. Isnaeni.

Beberapa saksi dari pejabat di Bea Cukai Batam yang telah diperiksa yakni Susila Brata selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Yosef Hedriansyah selaku Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai I KPU Bea Cukai Batam.


Kontainer yang diduga memuat tekstil premiun selundupan dari Cina ke Batam (fot istimewa/Tempo)

Selain itu ada Rully Ardian (Kepala Fasilitas Pabean dan Cukai KPU Bea Cukai Batam), Bambang Lusanto Gustomo (Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai II KPU Bea Cukai Batam), M. Munif (Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan I KPU Bea Cukai Batam).

Selanjutnya Christ Hendra Y (Kepala Seksi Penyidikan KPU Bea Cukai Batam), Arif Setiawan (Kepala Seksi Intelijen II KPU Bea Cukai Batam), Rizki Juliantara (Pejabat Pemeriksa Dokumen KPU Bea Cukai Batam), Randuk Marito Siregar (Pejabat Pemeriksa Dokumen KPU Bea Cukai Batam), dan Anugrah Ramadhan Utama (Pejabat Pemeriksa Dokumen KPU Bea Cukai Batam).

Sedangkan saksi yang telah diperiksa di luar pejabat di lingkungan Bea Cukai Batam, penyidik juga memeriksa Dewi Ratna, salah seorang pengusaha yang namanya sempat mencuat dalam kasus tekstil.

“Kita belum tau peran Dewi Ratna, Isnaeni pemeriksaan masih terus dilakukan penyidik, nanti kalau sudah selesai kita informasikan,” kata Isnaeni. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *