oleh

Kapolda Metro Jaya, Apresiasi Kinerja Polrestro Tangerang Gagalkan Pengiriman Ganja

POSKOTA.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang membongkar sindikat bandar ganja asal Aceh. Sebanyak 200 kilogram ganja berhasil digagalkan peredarannya di Jakarta.

Terungkapnya pengiriman ganja dari Aceh ini, berawal dari pengungkapan 14,5 kilogram ganja di Rest Area Karang Tengah, Kota Tangerang pada Juli 2020. Tak merasa puas, tim buser di pimpin Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang AKBP Pratomo Widodo kemudian mengembangkan pengungkapan tersebut.

Dalam tempo sebulan, tim buser berhasil melacak pengiriman paket ganja kering dari Aceh. Alhasil, peredaran 200 Kilogram ganja di Jakarta digagalkan petugas.

Pengungkapan ini pun mendapat apresiasi dari Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Pihaknya pun mengapresiasi kinerja petugas Polrestro Tangerang Kota yang dengan cepat mengungkap pengiriman paket ganja itu. “Selama kurang lebih satu bulan dilakukan penyelidikan, didapat informasi bahwa akan ada pengiriman barang berupa narkotika jenis ganja dari daerah Aceh,” kata jenderal bintang dua itu di Polsek Pakuhaji, Selasa (1/9/2020).

Ironisnya, 200 kilogram ganja siap edar itu dikirim dari Aceh melalui jasa pengiriman cargo ke Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 14 Agustus 2020. Rencananya, barang akan diambil pada hari Senin 31 Agustus 2020 dengan mengunakan jasa online Gobox.
“Jadi, tersangka memesan jasa pengiriman online Gobox untuk mengambil paket ganja di cargo Tanah Abang. Setelah paket diambil, mobil tersebut diikuti. Sampai SPBU Cideng, Gambir, mobil langsung dihentikan,” jelas Nana.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan enam karung besar berisi ganja kering seberat 200 Kg. Ganja ini, rencananya akan diperjualbelikan di Jakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kombes Sugeng Hariyanto menambahkan, pihaknya mengamankan 2 orang dari pengungkapan kasus tersebut. Keduanya merupakan penerima daun haram tersebut. “Ya, pemesannya berhasil kami tangkap ya. Tersangka yang memesan mobil Gobox tersebut berinisial DP dan NB. Keduanya, kami tangkap di daerah Cikini,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Sugeng, pihaknya tengah memburu seseorang pria berinisial CK yang belakangan diketahui sebagai pengirim daun haram dari Aceh. “Sudah kita tetapkan sebagai DPO,” imbuh Sugeng.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 111 ayat (2) Junto Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana 6-20 tahun penjara atau denda Rp10 M. (Imam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *