oleh

Jambret yang Menewaskan Muthia Nabila di Jalan Roa Malaka Ditembak Kakinya

POSKOTA.CO – Penjambretan di Jalan Roa Malaka Utara Tambora Jakarta Barat yang menewaskan Muthia Nabila (23), warga Tanjung Lengkong Bidadara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (4/5/2020) ditangkap.

Aksi pelarian pelaku terhenti setelah petugas gabungan dari sat reskrim Polres Metro Jakarta Barat bersama Unit Reskrim Polsek Tambora meringkus pelaku. Namun saat hendak ditangkap pelaku melawan, akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.

Saat press conference live streaming melalui akun Instagram Polres_Jakbar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, di mana kejadian yang sempat viral kemarin seorang wanita yang diketahui bernama Muthia Nabila mengalami peristiwa penjambretan.

“Di mana korban dipepet oleh orang yang tidak dikenal kemudian mengambil barang milik korban di dashboard motor,” ujar Audie.

Seketika melihat barangnya diambil korban hendak melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah korban berhasil mengejarnya kemudian korban menabrakkan sepeda motor yang dikemudikan ke kendaraan pelaku namun nahas korban terjatuh dan helm yang dikenakan terlepas dan kepala korban terbentur dan mengalami luka berat pada bagian kepala hingga akhir nya korban meninggal

Team gabungan dari unit reskrim polres metro jakarta barat dibawah pimpinan Kanit Reskrimum Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra dan unit reskrim polsek tambora dibawah pimpinan Kanit Reskrim AKP Suparmin akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku berinisial TN (26) pada Selasa (5/5/2020) dini hari dan untuk pelaku lainnya kami telah mengidentifikasi kan dan sedang dalam pengejaran.

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya mengatakan pelaku TN,26, ditangkap di kampung Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara.

Berdasarkan dari hasil penyelidikan pelaku kerap melakukan aksi penjambretan di wilayah tersebut dan pelaku sering melakukan aksinya dengan menggunakan atribut ojol.

Dari hasil penangkapan terhadap tersangka kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone Xiaomi berwarna hitam milik korban, 1 buah celurit, baju milik pelaku saat TKP, Helm milik pelaku saat TKP.

“Diketahui pelaku merupakan residivis dengan kasus yang serupa, setelah pelaku keluar melakukan kasus serupa dan berdasarkan hasil urinenya positif menggunakan Tramadol,” ujar Arsya.

Untuk mempertanggung jawab atas perbuatan nya pelaku dikenakan Pasal 365 (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (***)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *