oleh

Hobi Membobol Rumah, Seorang Residivis Kembali Dijebloskan ke Penjara

POSKOTA.CO – Seorang pria berinisial H tidak pernah jera meski sudah dua kali mendekam di penjara. Pria asal Palembang itu kembali dijebloskan karena kasus serupa. Membobol rumah warga saat kosong ditinggal pemiliknya.

Pria berusia 39 tahun itu berjalan terpincang-pincang di Polres Metro Tangerang sebab kakinya ditembak polisi. H mengaku tidak ingat berapa kali ia melakukan aksi jahat tersebut. Membobol rumah adalah hobinya.

“Aduh tak terhitung lagi. Lupa karena sudah banyak, puluhan kali mungkin,” kata H di halaman Polres Metro Tangerang, Jumat (10/7/2020).

Tersangka H merupakan pelaku kejahatan spesialis membobol rumah. Ia beraksi bersama RS (21) dengan cara berpura-pura bertemu. Jika tidak ada respons dari sang penghuni rumah, langsung disikat.

Bermodalkan alat obeng, pisau sangkur, H lalu masuk kedalam rumah setelah membongkar jendela rumah korban. Dengan santai, penjahat kambuhan itu menguras harta berharga pemilik rumah.

Aksi terakhir dilakukan H dan RS pada 12 Juni 2020 sore hari di sebuah rumah di Komplek Setneg, Panunggangan Barat, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di rumah Puspita Rani itu, kedua penjahat ini mengambil berbagai barang mulai dari elektronik hingga perhiasan. Pemilik rumah merugi hampir Rp40 juta karena pencurian ini.

Kepada wartawan, H mengaku jika hasil kejahatannya itu digunakan untuk berfoya-foya dengan wanita PSK. Perbuatan jahat telah dilakoni H sejak tahun 2012. “Hasilnya kita bagi dua. Uangnya untuk minum-minum bersama perempuan, ” ujarnya.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Sugeng Hariyanto mengatakan, sebelum beraksi pelaku lebih dulu mengintai target rumah yang hendak dibobol. Termasuk memantau lingkungan sekitar untuk memastikan situasi.

“Dengan menggunakan sepeda motor kedua pelaku siang hari berkeliling di seluruh wilayah Tangerang mencari sasaran,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKBP Burhanuddin.

Aksi pencurian di rumah kosong baru diketahui sang pemilik saat pulang bekerja. Korban mendapati isi rumah diacak-acak oleh tamu tak diundang. Tak berselang lama, kata Sugeng, Tim Resmob dipimpin AKP Prapto berhasil meringkus pelaku di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

“Pelaku berusaha melarikan diri saat penyergapan hingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur,” ungkap Kapolres.

Akibat ulahnya itu, polisi kemudian menjerat H dan RS dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Hobinya membobol rumah kosong akhirnya kembali mengantar Hasan ke dalam penjara. “Ancamannya maksimal 9 tahun penjara,” pungkas Kapolres. (imam/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *