oleh

Hak Jawab Kuasa Hukum Lience Linawati

POSKOTA.CO – Kuasa hukum terdakwa Lience Linawati,30, dari JAF & Associates yang perkaranya disidangkan pada Rabu (8/7/2020) di Pengadilan Negeri Tangerang dan ditayangkan pada POSKOTAONLINE Kamis(9/7) mengklarifikasi pemberitaan tersebut dengan mengirim hak jawab pada Selasa(14/7/20).

Pemberitaan POSKOTA.CO pada tanggal 9 Juli 2020 dengan Judul “ PN Tangerang Sidangkan Lience Linawati Palaku Investasi Bodong “ Telah pemperoleh Hak Jawab dari Kuasa hukum dari Lience Linawati , JAF & Assiciates.

Dengan ini keberatan terkait pemberitaan POSKOTA.CO yang tidak berimbang. Sebagai Hak Jawabnya :

Bahwa tuduhan yang dimuat media online POSKOTA.CO telah merugikan nama baik dan martabat Klaein kami, karena berita tersebut sama sekali tidak dilakukan klarifikasi dan konfirmasi kepada Klaein maupun penasehat hukum yang saat itu hadir dipersidangan sesuai poto yang disertakan dalam berita, dan hanya mendengarkan keterangan sepihak.

Berita yang dimuat POSKOTA.CO telah meyalahi aturan sebagai mana diatur dalam ketentuan Undang-Undang No.40 Tahun 1999 Tentang Pers “ Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama rasa kesusilaan masyarakat serta Asas Praduka Tak Bersalah.

Terkait dengan hal diatas, sekali lagi kami bantah dan kami tegaskan berita yang ditulis POSKOTA.CO tidak berdasar, dan merupakan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, oleh karena tuduhan melakukan tindak pidana terhadap klien kami sebagaimana surat dakwaan masi dalam proses da diperiksa di Pengadilan Negeri Tangerang yang belum mempunyai putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Sebelumnya telah ditayangkan, Terdakwa yang merupakan waga Cluster Kirana Jl Sutra Kirana 3 Perumahan Pabuaran Residence Cimone, Kecamatan Karawati, Kabupateng Tangerang sejak bulan Juni 2020 ditahan di LP Wanita, Tangerang.

Kasus Lince Linawati sempat ramai dikatenakan terlibat Infestasi Bodong alat elektronik.yang meraup keuntungan puluhan miliar dari para korban.

Persidangan perdana pada Rabu (8/7/2020) di Pengadilan Negeri Tangeran berlangsung secara virtual atau online, karena pandemi Covid-19.

Perkara dengan nomor register 1326/Pid.B/2020, di Pengadilan Negeri Tangerang dipimpin Ketua Majelis hakim Arif Budi Cahyono, dan hakim anggota Mahmuruddin dan Kamarudin Simanjuntak.

Jaksa Penuntut Umum( JPU) Endang Dian Eka Lestari.dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa Lince Linawaty sejak tahun 2016 sampai 2018 dengan bujuk rayunya telah memperdaya korban Dahlyanti untuk menanamkan modal infestasi, alat elektronik dengan janji muluknya untuk bagi keuntungan.

Korban terbujuk dan tergerak menyerahkan uang modal infestasi miliaran rupiah. Namun apa yang dijanjikan ternyata tidak pernah ada.Terdakwa telah melanggar Pasal 378 , 372 jo Pasal 64 (1) KUHPidana. Sebagai mana yang didakwakan jaksa.

Saksi pelapor Dalyanti mengatakan terdakwa sudah berulang kali ditagih janji tentang keuntungan. Bahkan mengatakan telah mentransfer sejumlah uang hasil keuntungan ke Bank kepada korban.

Padahal hal itu hanya akal-akal2an saja karena uang yang disebutkan tidak pernah masuk ke rekening korban.
Demikian juga bukti pembelian alat elektronik,berupa kulkas, AC, teve, tak ada nota pembelian disebutkan ada toko, tapi tak pernah barang di toko.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *