oleh

Gerombolan Perampok Modus Bius di Bandara Soetta Digulung Polisi

POSKOTA.CO – Polres Bandara Soekarno-Hatta membekuk 4 orang gerombolan perampok dan perampas yang kerap menyasar penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pelaku yang dibekuk tim Garuda adalah B, YS, A, dan IB. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda yakni di Jakarta dan Jawa Barat. Para pelaku diketahui menguras habis barang berharga milik Mustari (29) yang baru saja tiba di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Modus kejahatannya adalah dengan membius korban dan membuangnya di pinggir jalan di daerah Jakarta Selatan.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Adi Ferdian Saputra, mengatakan korban merupakan penjual remote keliling di Jayapura. Pria asal Serang, Banten ini berencana pulang ke kampung halamannya dengan menggunakan bus. Peristiwa naas yang dialami Mustari berlangsung pada 8 Agustus 2020 lalu.

“Kemudian ada seorang laki-laki yang mengaku dijemput keluarganya menawarkan tumpangan untuk pulang bersama dengan alasan tujuan yang sama ke Serang, Banten,” ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

Lanjut Adi, korban kemudian menerima ajakan gerombolan perampok untuk pulang bersama ke kawasan Serang menggunakan minibus Toyota Avanza. Korban lalu diajak berkeliling di Kota Tangerang. “Dalam perjalanannya, korban diberikan segelas kecil minuman yang disebutkan pelaku sebagai minuman obat masuk angin,” ujar Adi.

Tak curiga, kata Adi, korban meminum air yang telah dicampur obat bius hingga akhirnya tak sadarkan diri. Mustari baru sadar keesokan harinya setelah tergolek lemas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. “Jadi, pada saat tertidur, korban dibuang para pelaku di pinggir jalan. Barang-barang milik korban berupa dompet berisi dokumen pribadi, satu unit laptop, enam unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp17 juta sudah raib,” katanya.

Insiden itu kemudian dilaporkan Mustari ke Polres Bandara Soekarno-hatta. Mendapat laporan itu Tim Garuda langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus gerombolan perampok modus bius tersebut.

“Para tersangka ditangkap di tempat berbeda. Ada di DKI Jakarta, ada di Jawa Barat. Sudah 5 kali beraksi melakukan aksi yang sama,” beber Adi.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana Ayat 1 dan Ayat 2 tentang perampokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Imam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *