oleh

Dana Simpanan PT CWI di BCA KCU Pangeran Jayakarta Dibobol Penipu

POSKOTA.CO – Aneh, tapi nyata. Diiming-iming akan mendepositokan dananya Rp 16 miliar, pihak BCA percaya dan menurut begitu saja keinginan pelaku kejahatan.

Akibatnya, dana simpanan milik PT. Cashlez Worldwide Indonesia (PT. CWI) akhirnya berpindah ke rekening pelaku kejahatan yang mengaku sebagai direktur perusahaan tersebut.

Hanya berdasarkan surat permohonan palsu pelaku berhasil mengambil Rp 1,1 miliar lebih dana simpanan PT. Cashlez Warldwide Indonesia yang disimpan di BCA. “Saya telpon ke BCA minta dana perusaan dipindahkan ke rekening yang sudah saya siapkan. Saya hanya mengiming-imgin, mereka laksanakan sesuai permintaan saya. Tidak ada kerja sama dengan pihak BCA,” kata tersangka AW (49) selaku otak pelaku dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (9/9).

Kasus penipuan ini dibobgkar Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Empat pelaku AW (49), RW (39), I (39) dan FA (46) diamankan. Tersangka AW berperan sebagai Direktur Utama PT. Cashlez Worldwide Indonesia.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kasus ini berawal pada 11 Mei 2020 pihak Bank BCA KCU Pangeran Jayakarta mendapat telepon dari pelaku AW. Dia mengaku sebagai Direktur Utama PT. Cashlez Worldwide Indonesia yang akan menempatkan rekening deposito di BCA tersebut.

Tersangka meminta kepada pihak BCA untuk melakukan transfer dana atau mendebet rekening PT. Cashlez Worldwide Indonesia yang ada di BCA Lindeteves ke rekening Bank Mandiri 1220007815783 atas nama inisial RR sejumlah Rp. 1.170.000.000. “Alasannya dana itu diperuntukan sebagai dana sumbangan bantuan Covid-19 PT. Cashlez Worldwide Indonesia,” kata Kombes Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (9/9).

Untuk menyakinkan pihak BCA, pelaku membuat surat intruksi tertanggal 12 dan 13 Mei 2020 berlogo PT. Cashlez Worldwide Indonesia yang ditanda tangani oleh Direktur Utama atas inisial TTS.

“Setelah uang dikirimkan ke rekening Bank Mandiri 1220007815783 atas inisial RR sejumlah Rp 1.170.000.000,- baru diketahui bahwa PT. Cashlez Worldwide Indonesia tidak pernah membuat Surat Intruksi dan tidak pernah meminta pengiriman dana tersebut,” ujar Yusri.

Akibatnya pihhak Bank BCA harus bertanggung jawab untuk mengembalikan dana yang telah ditransfer itu. Atas kejadian tersebut pihak Bank BCA KCU Pangeran Jayakarta merasa dirugikan dan membuat laporan guna proses penyidikan lebih lanjut ke Polda Metro Jaya.

Hasil pengusutan, tersangka RW ditangkap pada Kamis 27 Agustus 2020 di Jalan Raya Gading Serpong, Serpong, Tangerang Selatan. Sedangkan AW ditangkap pada Kamis 27 Agustus 2020 di depan Wiswa Pakuan Bogor, Kota Bogor,” kata Yusri.

Sedangkan untuk tersangka I yang berperan menaruh surat kuasa palsu yang dibuat oleh tersangka AW ke tukang ojek di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Tersangka I juga ikut mengantar surat kuasa palsu untuk dikirim ke Bank BCA KCP Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Kemudian FA (46) peran menyediakan kendaraan 1 unit mobil dan supir yang ikut mengantar surat kuasa palsu yang dibuat tersangka AW dengan tujuan BCA KCP, Tebet Barat Jakarta Selatan. Satu tersangka lainnya berinisiL IBE masuk daftar pencarian orang (DPO).

IBE berperan menyediakan rekening Bank BNI no.rek 0728012895 atas nama Y untuk menampung hasil kejahatan penipuan dan melakukan penarikan uang hasil penipuan senilai Rp.380.000.000.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf r dan z UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *