oleh

Culik Delapan ABG, Pria Bertato Naga Berambut Pirang Diburu Polres Depok

POSKOTA.CO – Jajaran reskrim Polrestro Depok kini tengah memburu salah satu dari dua pelaku pria msiterius yang diduga ingin menculik delapan orang anak baru gede (ABG) yang sempat dibawa berkeliling menggunakan angkutan kota (Angkot) hingga tiga orang ditemukan di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Hasil beberapa keterangan dan informasi yang diperoleh dari sejumlah anak anak yang diduga akan diculik dua pria misterius tersebut ada petunjuk bahwa pelaku kerap dipanggil Fikri, tinggi badan sekitar 155 Cm – 160 Cm, kulit sawo matang, rambut agak pirang dan memiliki tato dibagian lengan kanan bergambar naga,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah didampingi Kasat Reskrim Polrestro setempat Kompol Wadi Sabani dan Kabag Hums setempat AKP Elly P, Kamis (2/7).

Ciri ciri pelaku sudah dikantongi dan pihaknya tengah mengejar mereka, ujarnya yang menambahkan ini sekali lagi keterangan dari anak anak tersebut yang sempat menjadi korban dugaan penculikan. Semua informasi mauopun keterangan para korban tentunya sangat penting dan berharga bagi pihak kepolisian untuk mengejar serta mengusut para pelaku.

Menurut dia, pihaknya berharap masyarakat yang mengetahui ciri ciri dugaan para pelaku tersbeut hendaknya melaporkan ke pihak kepolisian terdekat. “Kasus ini tengah dilakukann penyelidikan dan penyidikan setelah ada empat anak yang berhasil diselamatkan petugas dan lokasinya cukup jauh dari Kota Depok yaitu di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur hari Senin (29/6),” ujarnya.

Setelah mendapat laporan dari warga dan orangtua korban, pihaknya langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran. Petunjuk berhasil di dapat dari keterangan sejumlah anak lainnya yang lebih dulu lolos dari jeratan pelaku, ujarnya yang menambahkan untuk para korban kini sedang dilakukan trauma healing dan visum untuk memastikan ada tidaknya pidana perbuatan kekerasan fisik.“Tapi alhamdulillah sejauh ini baru dibawa lari saja. Tentu kita jaga agar tidak muncul calon-calon korban berikutnya,” tegasnya. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *