oleh

Bareskrim Sinergi Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 159 Kg Sabu Jaringan International

POSKOTA.CO – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Becukai menggagalkan penyelundupan 159 kilogram sabu, 3.000 butir ekstasi, dan 5.300 butir H-5 dari para pelaku jaringan narkotika internasional.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit di Mabes Polri, Kamis 25 Juni 2020 mengungkapkan, pihaknya melakukan Operasi Halilintar 2020 bekerja sama dengan Bea dan Cukai pada 27 Mei 2020 di sebuah bengkel las di Kota Bekasi.

“Enam tersangka ES, SD, US, SY, dan IR kita tangkap, mereka jaringan international yang semuanya Warga Negara Indonesia,” ujar Listyo saat jumpa pers, Kamis.

Listyo menceritakan, awalnya pelaku inisial ES saat itu sedang transaksi menerima penyerahan barang narkotika di bengkel dengan total 35 kilogram.

Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap tersangka berinisial SD yang berperan sebagai kurir di Pekanbaru, Riau, dengan barang bukti 5 kilogram sabu, 3.000 butir ekstasi, dan 300 butir H-5.

“Pengakuan tersangka proses transaksi dilakukan di tengah laut di perairan Aceh.
Narkotika tersebut berasal dari negeri Tirai Bambu, China,” cerita Kabareskrim.

Dari hasil pendalaman penyidik, diperoleh pengakuan tersangka mereka memiliki jaringan yang masih ditahan di salah satu lapas, termasuk anggota yang berada di luar negeri.

“Mereka berhubungan dengan Mr X yang berdomisili di Malaysia. Kita dapati Mr X ini berhubungan dengan saudara A yang ada di lapas. Dari situ kami ikuti dan didapat informasi ada pengiriman secara ship to ship,” kata dia.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi yang hadir dalam keterangan pers menambahkan, setelah pihaknya mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, lalu mencari kapal sindikat kawanan tersangka.

Saat patroli laut di perairan Peureulak, Aceh Timur, polisi dan Bea Cukai akhirnya mendapati kapal berbendera Indonesia yang mengangkut narkotika.

“Dari analisa kasus terdahulu, kita melakukan pendalaman dan di situ disimpulkan titik risiko menguat di perairan Aceh. Kita kirim kapal patroli untuk melakukan patroli dan berhasil menyergap satu kapal kayu,” papar Heru.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 13 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 subsider Pasal 112 dan 115 dengan ancaman hukuman mati.(d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *