oleh

Ayah Beli HP Curian untuk Anak Sekolah, Akhirnya Dibebaskan

POSKOTA.CO – Nasib Bahar sungguh mengharukan. Demi tanggung jawabnya terhadap seorang anak yang sekolah dan memerlukan Hand Phone (HP) untuk belajar secara online dari rumah di masa pandemi Covid-19, ia pun membelinya dari seseorang. Tapi, naas, lelaki berusia 53 tahun ditangkap karena dituduh sebagai penadah HP curian.

Alhasil, setelah Bahar yang kesehariannya sebagai buruh bangunan ini ditahan selama dua bulan, Kejaksaan Negeri Berau, Kaltim menghentikan kasusnya dan sekaligus membebaskannya. Warga Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur ini akhirnya dapat menghirup udara segar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, Jupri, SH, Selasa (1/9/20), menjelaskan pemberhentian perkara pasal 480 KUHP yang disangkakan terhadap Bahar ini merupakan bentuk keadilan restoratif yakni penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

“Ya, pemberhentian kasus penadahan pasal 480 KUHP ini merupakan bentuk keadilan restoratif,” ucap Jupri dalam siaran pers di Jalan. P. Diponegoro No. 05 Gunung Panjang, Tanjung Redeb. Berau, Kaltim, usai membebaskan Bahar sambil menyebutkan dalam perkara ini bukan hanya demi kemanusiaan semata saja, tetapi, merupakan bentuk keadilan restoratif kepada pelaku yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa dan kemungkinan hal ini yang pertama kalinya di Kaltim yang dilakukan oleh Kejari Berau.

Dalam perkara ini setelah dilakukan pendalaman apalagi tersangka membeli HP bekas dan tidak diketahui kalau barang itu hasil curian serta akan dipakai untuk anaknya sekolah dirumah secara online, Kejari Berau terbuka lalu mengajukan keadilan restoratif ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim dan disetujui.

“Karena, unsurnya masuk yaitu korban sudah memaafkan dan membuat pernyataan damai. Apalagi pelaku bukan lah seorang residivis dan pidana yang dsangkakan dibawah lima tahun penjara, sehingga kita putuskan membebaskan Pak Bahar dari tahanan Rutan Tanjung Redeb,” ucapnya. “Bahkan, pihak kejaksaan secara patungan membelikan HP Baru buat anak Pak Bahar, agar bisa tetap belajar secara online dimasa Pandemi seperti ini,” tambahnya.

Tak tahan menahan keharuannya, Bahar pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Kejaksaan Berau yang sudah memberikan keadilan terhadap dirinya.

“Terima kasih kepada Kejari Berau yang sudah membebaskan saya. Saya hanyalah seorang buruh bangunan dan untuk membeli HP itu saja pada bulan Juli 2020, saya boleh pinjam uang kepada Kepala Kampung dan sebagai penggantinya, saya bekerja memasang batu di Kampung Birang,” ungkapnya.

“Semua ini akan saya jadikan pelajaran berharga. Untuk itu saya ingatkan agar kita semua termasuk masyarakat Berau lebih berhati-hati dalam membeli barang kepada orang yang baru dikenal, walaupun murah, tapi bisa-bisa dianggap sebagai penadah,” ucapnya sedih. (budhi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *