harmono 03/07/2017
Brigjen Crisnanda Dwi Laksana

DI era digital, siapa kawan siapa lawan belum tentu terlihat. Bisa saja secara aktual baik namun secara virtual melakukan serangan. Berita-berita hoax, penanaman kebencian taburan provokasi konflik semakin marak dan semakin menjadi-jadi. Benar-salah, baik-buruk diaduk menjadi satu. Sesuatu yang terus disampaikan pada waktu tertentu berulang terus-menerus pada frekuensi yang sama akan menjadi referensi yang dianggap akurat.
Sistem informasi dan pendataan yang serampangan menjadi biangkeladi atas serangan-serangan yang tidak nampak. Mengapa demikian? Kepastian sumber data yang akurat dan akuntabel serta mudah diakses akan memberikan wacana bagi publik untuk tidak mudah tergerus sesuatu yang menyesatkan atau memprovokasi. Setidaknya pusat komunikasi dan informasi yang terpercaya bisa menjembatani atau setidaknya bida menjadi rujukan jika ada sesuatu yang meragukan.

Lowongnya sistem-sistem tersebut dari pihak-pihak yang memberi jaminan keakurasian data memicu data dan informasi menjadi bola liar. Dampak dari absennya sistem data komunikasi dan informasi yang intensif, publik kehilangan standar atau soko guru untuk mereduksi atau setidaknya tidak tergerus info-info hoax. Adakah para birokrat yang bertugas bagian data dan analisa bangga akan tugasnya? Kreatif mengeluarkan produk-produk yang informatif edukatif dan menangkal isu?

Kalau boleh jujur dikatakan mereka sama sekali tidak berharap dan tidak menginginkan bekerja di tempat data dan analisa. Bisa dipahami karena masih adanya jabatan basah dan kering. Pada bagian data dan analisa dianalogikan kering bahkan tandus. Belum lagi political will pimpinannya yang kurang peduli ini semakin memperburuk suasana bagian data dan analisa. Ketidakpedulian ini akan berdampak pada apresiasi dan penggunaan data yang menjadi kelas ‘mbek’ atau tingkatan terbawah.

Data dan analisa sebagai pelengkap laporan dan pertanggungjawaban keuangan semata. Analisa data yang semestinya dibangun dengan sistem-sistem aplikasi berbasis IT bisa-bisa dikembalikan ke era manual yang parsial dan konvensional. Data dan analisanya selain bida untuk pencerahan, counter issue, juga bisa menjadi bahan menentukan prediksi antisipasi dan solusi.

Sadar akan sistem data dan analisa yang akurat ini merupakan bagian dari revolusi mental dalam merombak birokrasi yang tidak rasional dan sarat pendekatan-pendekatan personal. Serangan-serangan yang tidak nampak sekarang ini justru yang dominan dan mendominasi, yang semakin membabi buta bahkan dapat mengunci nalar dan menggerus logika. *

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :