taher 22/01/2019

POSKOTA.CO – Maya Angka, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Artis dan Designer (APAD), tak terima dirinya dituduh menggelapkan uang arisan Hoky Maya Meydi sebesar Rp 9,2 miliar. “itu jelas fitnah,” tegas Maya.

Sebab, kata Maya Angkasa, dana yang terkumpul dan disetorkan kepada dirinya merupakan peserta bisnis trading. Jadi, bukan uang peserta untuk Arisan Hoky Maya Meidy, seperti yang tertera dalam laporan polisi.

“Kalau soal Arisan Hoky Maya Meidy, saya tidak tahu. Meski awalnya, saya kenal mereka para peserta, saat ada moment kumpul-kumpul arisan. Sedang sistem arisannya saja, saya sama sekali tidak tahu,” jelasnya saat memberi klarifikasi kepada POSBERITAKOTA dan TERBIT, kemarin di Jakarta.

Maya Angkasa meminta agar pelapor yang menuduhnya menipu dan menggelapkan uang, membedakan antara Arisan Hoky Maya Meidy dengan bisnis trading di mana dirinya ikut menangani. Ia juga mengakui memang ada transferan dana yang total keseluruhannya berjumlah Rp 9,2 miliar. Namun itu ditransfer dalam konteks bisnis trading.

Disebutkan bahwa terkait bisnis trading, Maya Angkasa juga memiliki bukti transfer ke pihak Tharman total sebesar Rp 8 miliar. Termasuk Rp 1,3 muliar sebagai keuntungan bisnis trading sebelumnya. “Untuk transfer saya lakukan secara berkala. Jadi, kalau Meidy mentransfer, saya juga mentransfer balik. Nilai totalnya seperti yang saya sebutkan tadi,” bebernya.

Kembali ditegaskan Maya Angkasa bahwa hal tersebut tak terkait dalam bentuk arisan, seperti yang disebutkan dalam laporan polisi. “Karena itu, saya mempertanyakannya dan itu salah alamat, jika kemudian saya dilaporkan dengan tuduhan penggelapan dana,” tegas dia lagi.

Menurut Maya, awalnya kenal Sri Mediana Sulistiowati alias Meydi, menawarkan arisan trading. “Namun, karena tidak paham, saya tolak. Kemudian, beberapa hari setelah itu, datang lagi Indri ke saya untuk mempresentasikan soal bisnis trading,” tutur Maya Angkasa.

Dalam pertemuan itu, menurut Maya, Indri menyebut soal bisnis trading bisa menghasilkan keuntungan besar. “Setelah itu, saya sampaikan ke Meidy, kalau Indri bisa menjalani bisnis trading,” tegas dia lagi.

Sedangkan untuk sosok Ratna, awalnya tidak dikenal oleh Maya Angkasa. Hanya ketemu pertama kali saat mereka sedang menggelar arisan. Kemudian, mereka menyatakan akan mengikuti bisnis trading. Meidy dan Ratna merekrut anggota.

“Indri yang membuat akun bisnis trading untuk saya. Atas suruhan Indri, saya mentransfer ke rekening atas nama Tharman. Jadi, posisi saya hanya mempertemukan dengan pihak yang lebih paham soal bisnis trading,” paparnya.

Tak disangkal oleh Maya Angkasa, terkait bisnis trading, masuk dana dari para peserta dalam bentuk transferan total Rp. 9,2 miliar. Namun, dari pengelolahan bisnis trading tersebut, justru diolah oleh pentrader, yakni Indri. Sedang Maya sendiri juga sudah mengeluarkan dana kurang lebih sebesar Rp 6 miliar.

“Saya punya bukti-bukti itu semua. Saya sudah transfer ke pihak Meidy sekitar Rp 6 miliar Juga kepada Ratna sebesar kurang lebih Rp 800 juta. Yang jelas, itu terkait bisnis trading. Jadi, bukan untuk kepentingan arisan,” ungkap Maya Angkasa, sambil menunjukkan bukti-bukti transfer dari lembaga bank BCA.

Karena itu, Maya Angkasa menyebut adanya laporan ke polisi atas tuduhan penggelapan dana, jelas merupakan fitnah keji. Ia juga selama ini tetap ada di Jakarta dan tak pernah kabur. Kalaupun ada pihak yang mencoba menghubungi dan minta ditransfer dana, karena secara formal tidak kenal dan tidak setor dana terkait bisnis trading.

“Jadi, khusus untuk bisnis trading ke pihak ketiga atau peserta, semua berurusan dengan Meidy dan Ratna,” tutur Maya Angkasa yang siap mengkonsultasikan masalah yang dihadapi kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea SH.

Tidak cuma itu saja, Maya Angkasa juga mengaku heran, ketika putrinya Rizky Arian Amalia dan tunangannya dikaitkan dengan masalah bisnis trading. Apalagi sampai disomasi pihak pengacara dari peserta Arisan Hoky Maya Meidy. Hal itu, menurutnya, juga salah alamat.

Maya Angkasa pun berencana melaporkan balik pihak-pihak yang sudah mencemarkan nama baiknya. “Kalau soal bisnis trading, sejauh ini tak ada masalah. Berbeda dengan peserta arisan, saya justru tidak tahu-menahu. Sebab, Ratna dan Meydi justru yang membuat sistem arisan. Mereka juga yang merekrut dan jadi member arisan mereka. Sedangkan yang berhubungan ke saya yakni bisnis trading,” pungkasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*